ADVERTISEMENT

Sudah Tahu Berapa Jumlah Uang Beredar di RI? Cek di Sini

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 25 Mar 2021 11:24 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Februari 2021 tetap tumbuh tinggi. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengungkapkan per Februari uang beredar tercatat Rp 6.810,5 triliun atau tumbuh 11,3%.

Dia mengatakan pertumbuhan M2 ini dipengaruhi oleh tetap tingginya tagihan bersih kepada pemerintah pusat sebesar 50,85%, perlambatan aktiva luar negeri bersih 11,5% dan penurunan kredit terkontraksi 2,3%.

"Pertumbuhan M1 pada Februari 2021 sebesar 18,6% relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 18,7%," kata dia dalam siaran pers, Kamis (25/3/2021).

Dari laporan BI disebutkan perkembangan M1 ini bersumber dari melambatnya peredaran uang kartal yang diimbangi dengan peningkatan giro rupiah. Pada Februari 2021 uang kartal yang beredar tercatat Rp 698,2 triliun atau tumbuh 14,8% melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 15,6% sejalan dengan pola historisnya.

Kemudian Giro rupiah masyarakat pada Februari 2021 tumbuh 21,1% year on year lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 20,9%. Sejalan dengan hal tersebut, dana float atau saldo uang elektronik yang diterbitkan bank tumbuh positif (20,1% yoy) naik dibandingkan bulan sebelumnya 6,8%.

Dana float pada Februari 2021 tercatat Rp 2,8 triliun dengan pangsa 0,16% terhadap M1. Kemudian untuk uang kuasi yang punya pangsa 73,5% terhadap M2 dengan nilai sebesar Rp 5.005,7 triliun melambat menjadi 9,2% dibandingkan sebelumnya 9,7%.

Perlambatan ini terjadi pada instrumen tabungan serta simpanan berjangka baik dalam rupiah dan valas seiring dengan tren penurunan suku bunga simpanan.

"Demikian juga surat berharga selain saham masih menunjukkan tren penurunan dari 20,4% pada Januari 2021 menjadi -24,8% seiring penurunan surat berharga oleh korporasi finansial non bank dalam rupiah," jelas dia.

(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT