Salam Tempel Bentuk Uang Sudah Biasa, Ini Ide Lainnya dari Yusuf Mansur

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 25 Apr 2021 15:58 WIB
Young boy being presented with a gift of money from his grandparents as part of the Islamic celebration of Hari Raya Aidilfitri (Eid al-Fitr). Kuala Lumpur, Malaysia. May 2018
Foto: iStock
Jakarta -

Salam Tempel saat Lebaran sudah biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Berbagi angpao berisi uang baik kecil atau pecahan besar seakan sudah menjadi tradisi.

Biasanya orang yang lebih muda akan mendapatkan uang setelah bermaaf-maafan dengan orang yang lebih tua. Ustaz Yusuf Mansur mengingatkan bahwa salam tempel itu prinsipnya sedekah dan tidak memberatkan bagi yang memberi.

"Kalau soal berbaginya kan memang diperintahkan di bulan Ramadhan ini. Prinsipnya sedekah tapi kan sedekah tidak memberatkan, tidak menjadi sebuah beban, kan bagi yang mampu," kata dia dalam Podcast Tolak Miskin detikcom, dikutip Minggu (25/4/2021).

Dikarenakan sifatnya sedekah, maka bentuk pemberian salam tempel tidak hanya terbatas pada uang saja. Bisa juga berupa makanan, pakaian, hingga buah-buahan.

"Bentuknya bukan cuma uang tapi juga makanan, pakaian, buah-buahan," tuturnya.

"(Uang juga) melakukan saya pernah datang ke acara orang kaya di tanah suci Mekkah itu kayak di sini persis, begitu abis pengajian bagi-bagi berapa dus kurma setiap orang, terus duit, duitnya juga segepok tuh. Saya pernah kebagian juga karena dianggap jemaah," lanjutnya bercerita.

Terlepas dari apapun pemberiannya, Yusuf Mansur mengingatkan agar selama pemberian salam tempel dibarengi dengan kasih sayang dan perhatian. Menurutnya, itu lebih penting daripada sebatas memberi dengan hati sombong.

"Yang bagus kita berbagi disertakan kasih sayang, jadi kita berbaginya itu pakai getaran cinta gitu lho. Kan bisa dibedakan antara orang berbagi 'nih nih nih nih', sama diajak ngobrol, duduk bareng, makan bareng, dipeluk gitu lho. Perlu penghargaan, bukan 'nih gua si kaya, lu si miskin' bukan gitu," imbuhnya.



Simak Video "Gembira Menabung Bersama Kak Seto dan Cucunya"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/dna)