Pasar Otomotif Bergairah, Penyaluran Kredit BRI Finance Capai Rp 2 T

Angga Laraspati - detikFinance
Sabtu, 08 Mei 2021 17:42 WIB
Pemerintah RI melalui Kementerian Perindustrian baru saja merilis PPnBM. Salah satu poin pentingnya yakni mengekspor kendaraan ke Australia.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pembebasan PPnBM sejak 1 Maret lalu berdampak pada meningkatnya animo masyarakat untuk membeli mobil. Direktur Utama BRI Finance Azizatun Azhimah mengatakan minat tinggi masyarakat tersebut berdampak positif pada bisnis BRI Finance.

Dalam acara 'BRI Cuap-cuap Cuan Berkah' beberapa waktu yang lalu, Azizatun mengatakan dampak positif tersebut dapat dilihat hingga bulan April, BRI Finance sudah bisa mencapai 100% target yang dicanangkan di 2021 yakni penyaluran pembiayaan mencapai Rp 2 triliun.

Torehan positif ini jadi kabar baik, setelah sebelumnya penyaluran pembiayaan BRI Multifinance sempat tertekan sebagai dampak pandemi COVID-19. Pertumbuhan pesat pembiayaan mobil sejak awal 2021 yang dirasakan BRI Finance diikuti dengan terjaganya kinerja keuangan perusahaan.

Azizatun menyebut saat ini rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) BRI Finance terjaga di kisaran 0,8%. Menurut Azizatun, terjaganya rasio NPF perusahaan terjadi karena selama ini BRI Finance ketat melakukan mitigasi risiko atas pembiayaan yang disalurkan.

"Untuk me-manage NPF dan sebagainya itu tadi ada ketentuan untuk relaksasi, restrukturisasi, dan sebagainya. Jadi artinya baik untuk perusahaan multifinance dan nasabah ini (kebijakan) pemerintah sudah cukup," ujar Azizatun dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/5/2021).

Mungkin untuk beberapa multifinance lain, beberapa insentif lagi terkait dengan pendanaan (dibutuhkan), karena ada beberapa perusahaan yang mungkin mereka struggling dengan NPF dan sebagainya, juga mengalami kesulitan likuiditas," imbuhnya.

Azizatun menambahkan selain menjalankan mitigasi risiko secara ketat, BRI Finance juga menghadirkan berbagai kemudahan bagi nasabah untuk mendapatkan informasi dari seluruh produk perusahaan melalui aplikasi My BRIF.

Lewat aplikasi ini masyarakat bisa menemukan berbagai program, diskon, dan simulasi pembiayaan secara praktis. Masyarakat juga dapat mencari info seputar merk mobil beserta tenor dan potensi masalah yang bisa muncul dari aplikasi tersebut.

Aplikasi My BRIF juga memungkinkan nasabah untuk mengecek status pengajuan pembiayaan yang sudah dilakukan. Nasabah BRI Finance juga bisa menjadi agen referral melalui aplikasi ini dengan hadiah yang sudah disiapkan oleh BRI Finance.

"Kami saat ini memiliki 27 titik pemasar. Kami bersyukur, karena kami sebenarnya bagian dari BRI, sebenarnya titik-titik pemasaran ini tidak hanya di 27 titik fisik tersebut. Jadi kami sudah ada 100 titik tambahan yang bekerja sama dengan BRI, induk kami," kata Azizatun

"Kami menempatkan RM-RM kami di tempat-tempat tersebut sehingga mereka bisa dekat dengan nasabah. Dengan program digital istilahnya mereka bisa mengajukan baik untuk pembiayaan mobil, refinancing, dan sebagainya," tambahnya.

(akd/ara)