BTN Diusulkan Dapat Suntikan Modal Rp 2 T, Perlu Nggak Sih?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 13 Jul 2021 20:37 WIB
Pandemi COVID-19 membuat transaksi perbankan secara online meningkat pesat. Salah satunya adalah nasabah Bank BTN yang makin makin aktif bertransaksi melalui mobile banking.
Foto: dok. Bank BTN
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengusulkan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Suntikan modal negara sebesar Rp 2 triliun ini diharapkan bisa meningkatkan kinerja bank yang fokus pada perumahan ini.

Kalangan pengamat menyebutkan suntikan dari negara layak diberikan kepada BTN karena konsistensi dalam mendukung program pemerintah dalam pembiayaan rumah rakyat.

Dia menyebut apalagi saat ini BTN masih menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Oleh karena itu dibutuhkan permodalan yang kuat untuk menopang ekspansi kredit BTN.

"Di situ urgensinya. Apalagi mendukung program utama pemerintah dengan menyediakan perumahan," kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede, Selasa (13/7/2021).

Presiden Direktur Center of Banking Crisis (CBC) Deni Daruri mengatakan BTN maksimal dalam menjalankan program sejuta rumah yang diinisiasi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Agar lebih optimal, perlu suntikan modal melalui PMN," ujar dia.

Deni menyebut, PMN yang diberikan kepada BTN bisa menjadi daya ungkit kuat untuk pemulihan ekonomi nasional. Hal ini karena properti adalah sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Multiplier effect yang diberikan dari sektor properti ke perekonomian berkontribusi besar. Kemudian juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.