Bunga Sedang Rendah, Dirut BNI Tegaskan Mau Genjot Kredit

Angga Laraspati - detikFinance
Jumat, 06 Agu 2021 22:45 WIB
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar (kiri) didampingi Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati memberikan pemaparan saat Public Expose BNI tahun 2020 di Jakarta, Jumat (29/1/2021). PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk (BNI) pada tahun 2020 menyalurkan kredit sebesar Rp586,2 triliun atau tumbuh 5,3 persen year-on-year  (YoY). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Jakarta -

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (BNI) Royke Tumilaar menegaskan pihaknya akan menggenjot kredit di tengah kondisi saat ini. Saat ini menurutnya bunga yang ditawarkan sangatlah rendah.

"Akan genjot kredit mumpung bunga rendah dan program pemerintah hilirisasi downstream ini salah satu program meningkatkan kredit bukan hanya di komoditi tapi juga hilirisasi tingkatkan nilai tambah yang cukup buat Indonesia," ujar Royke dilansir dari CNBC Indonesia, Jumat (6/8/2021).

Dalam acara Himbara 'Sinergi Menjaga Momentum dan Optimisme Pemulihan Ekonomi', Royke menuturkan akan ada banyak strategi yang dilakukan BNI untuk menggenjot kredit, apalagi dengan jaringan yang dimiliki BNI. Misalnya, jaringan BNI di luar negeri untuk mendorong UMKM dan eksportir besar.

"Untuk lebih mengakselerasi opportunity dengan bunga murah dan market yang cukup lebih besar saat ini," kata Royke.

Dia menambahkan, di tengah kondisi saat ini perbankan mulai mengubah strategi dengan cara digitalisasi. Melalui digitalisasi, BNI juga akan memudahkan eksportir dengan memanfaatkan jaringan.

"Yang belum ekspor kita bikin ekspor dengan leverage jaringan kami yang ada sehingga ketemu buyer yang ada sehingga BNI trade online," tuturnya.

Sebelumnya, dalam konferensi pers yang dilakukan bersama Himbara pada Kamis (5/8), Royke mengatakan transaction value dari transaksi digital di BNI mengalami pertumbuhan sebesar 31,8%. Sementara jumlah transaksi digital BNI mengalami pertumbuhan mencapai 54,2%.

"Dengan tren pertumbuhan layanan digital ini juga kami optimis, walaupun dilakukan pembatasan kegiatan masyarakat, transaksi keuangan masyarakat akan tetap berjalan lancar dengan adanya layanan digital," ungkap Royke.

(ega/hns)