Peran Tommy Soeharto di Perusahaan yang Asetnya Disita Satgas BLBI

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 14 Nov 2021 19:14 WIB
Infografis Daftar Aset Tommy Soeharto Rp 600 miliar yang disita negara
Foto: Infografis detikcom/Denny

Selain fasilitas pinjaman bank, TPN juga diberi banyak fasilitas perpajakan dan insentif dari pemerintah karena menyandang status pelaksana program mobil nasional. Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 1996 yang membebaskan bea masuk impor mobil oleh PT TPN. Pada rentang Juni 1996-Juli 1997 ada sebanyak 39.715 unit KIA Sephia yang diimpor PT TPN.

Keistimewaan yang diberikan kepada PT TPN itu memicu protes dari kalangan industri otomotif lain terutama asal Jepang yang sudah lama beroperasi di Indonesia. Pemerintah Indonesia saat itu dinilai tidak adil dengan produsen mobil asing yang masuk Tanah Air.

Maklum saja, saat itu Soeharto mengeluarkan kebijakan soal impor mobil yang menuntut produsen mobil asing supaya menggunakan 60% komponen lokal jika ingin dibebaskan dari pajak impor. Di sisi lain PT TPN yang tidak memiliki mobil prototipe dan mengimpor mobil secara utuh, bisa dapat keistimewaan berupa pembebasan pajak impor.

Jepang pun sempat menggugat kebijakan tersebut ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Seiring itu, Indonesia diterpa krisis ekonomi pada 1997 dan keruntuhan rezim Soeharto membuat proyek Timor juga ditutup.


(acd/dna)