Top! Transaksi Pakai QRIS Sudah Rambah ke Wilayah Perbatasan RI

ADVERTISEMENT

Tapal Batas

Top! Transaksi Pakai QRIS Sudah Rambah ke Wilayah Perbatasan RI

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Rabu, 24 Agu 2022 16:12 WIB
Transaksi menggunakan QRIS.
Foto: dok. Rafida Fauzia/detikcom
Kepulauan Anambas -

Transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) merambah pasar dan toko-toko kelontong di Kepulauan Riau (Kepri), khususnya Kabupaten Kepulauan Anambas yang merupakan wilayah perbatasan RI dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) yang memperluas pengguna QRIS ini ke pelosok Indonesia. Pemimpin Cabang BRI Tanjung Pinang Dicky Satria mengatakan melalui kantor unit pihaknya menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, pemilik kios dan pedagang. Tujuannya agar mereka dapat memahami kemudahan dalam bertransaksi menggunakan QRIS BRI.

"BRI dengan aktif dan berkelanjutan memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat, serta merangkul pedagang-pedagang, pelaku usaha, BUMDes dalam memberikan penyuluhan digital dalam rangka pemasaran dan penggunaan QRIS BRI," ujar Dicky kepada tim Tapal Batas detikcom beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, BRI melakukan strategi jemput bola melalui program Grebek Pasar dan Pusat Keramaian. Adapun untuk wilayah Anambas kegiatan tersebut dilakukan di antaranya di Pasar Inpres dan Pasar Ikan Tarempa.

"Setiap 1 minggu sekali melakukan kegiatan akuisisi simpanan, mendaftarkan QRIS, dan memasang di merchant-merchant," katanya.

Sementara itu, Kepala BRI Unit Tarempa Farid menjelaskan saat ini tercatat ada total 514 pedagang atau merchant pengguna QRIS BRI di Kepulauan Anambas. Mayoritas berada di ibu kota kabupaten, yakni Tarempa. Namun selain itu user aktif QRIS juga tersebar di Pulau Letung dan Bayat.

"Jumlah (user) QRIS di unit kita kurang lebih (ada) 514 user, dan paling banyak ada di Tarempa," tuturnya.

Menurut Farid, penggunaan QRIS menguntungkan pembeli maupun pedagang. Karena selain mudah, QRIS juga terbilang aman karena saldo akan langsung masuk ke rekening penerima di hari yang sama.

"Pedagang tidak perlu lagi pegang uang tunai dan langsung masuk ke rekening. Dan selanjutnya lebih gampang untuk putaran transaksi perbankan lainnya dengan menggunakan BRImo," terang Farid.

Ilustrasi penggunaan QRIS di toko.Ilustrasi penggunaan QRIS di toko. Foto: dok. Rafida Fauzia/detikcom

Di sisi lain, Fremar Refel Welang (Fremar) yang merupakan marketing dan analisis mikro (mantri) BRI mengungkapkan dirinya bersama rekan-rekan mantri juga berusaha melakukan pendekatan langsung ke nasabah. Terutama ke nasabah yang memiliki usaha untuk dikenalkan manfaat penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran.

"Dari nasabah yang memiliki usaha, dan kami lihat bisa untuk pemasangan QRIS, kami langsung datang ke tempat nasabah. One on one gitu. Kami jelaskan kegunaan QRIS, keuntungannya. Dari situ mereka mau untuk dipasangkan QRIS di tempat usaha mereka," katanya.

Dia menilai syarat untuk mendaftar QRIS tidak rumit. Yakni hanya perlu KTP, nomor handphone nasabah, serta nomor rekening Bank BRI sebagai rekening penampung.

"Karena di QRIS kan langsung dikaitkan ke rekening nasabah tersebut. Pemakai QRIS juga bukan hanya sekadar nasabah pinjaman, tapi juga nasabah umum," pungkasnya.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan ekonomi, infrastruktur, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan Indonesia. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!

(prf/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT