Ada Bank Apung, Warga Anambas Tak Lagi Rogoh Ongkos Mahal buat Nabung

ADVERTISEMENT

Tapal Batas

Ada Bank Apung, Warga Anambas Tak Lagi Rogoh Ongkos Mahal buat Nabung

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Jumat, 26 Agu 2022 15:06 WIB
Teras BRI Kapal bersandar di Pulau Telaga Kecil, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Rabu (3/8/2022). Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris memaparkan Kepulauan Anambas masih menyimpan potensi ekonomi lainnya. Tak hanya perikanan saja, melainkan juga peluang usaha kerajinan.
Foto: Rafida Fauzia
Anambas -

Kondisi geografis Kepulauan Anambas yang terdiri dari gugusan pulau-pulau kecil menjadi tantangan tersendiri untuk akses layanan dan infrastruktur. Salah satu kendalanya adalah soal akses perbankan. Warga di pulau terluar harus rela menyeberang pulau dan keluar ongkos ratusan ribu hanya untuk menabung.

Safarilis (Safar) seorang guru sekolah dasar di Pulau Telaga Kecil menceritakan bagaimana warga di desanya yang berprofesi sebagai nelayan harus pergi ke kota untuk menabung. Mereka biasanya membutuhkan modal lebih banyak untuk ongkos transportasi.

"Jadi sebelum ada bank, biasanya masyarakat, nelayan mau nabung atau mau bayar angsuran setiap bulan itu pergi ke Tarempa, paling sedikit mengeluarkan uang Rp 500 ribu untuk (ongkos pulang-pergi) naik pompong (perahu)," ujarnya kepada Tim Tapal Batas detikcom beberapa waktu lalu.

Menurutnya, ongkos itu juga digunakan oleh masyarakat untuk keperluan mendesak seperti makan ataupun mencari penginapan di kota jika seandainya cuaca di laut sedang dalam kondisi buruk dan tidak bisa langsung kembali balik ke desa.

"Terkadang kalau seperti itu, biaya ongkos lebih besar dari apa yang ditabung," tuturnya.

Sementara itu, Muslim, warga di Pulau Keramut yang sehari-hari memperbaiki perahu nelayan juga merasakan yang sama. Dia mengaku sebelum ada layanan perbankan, ia harus pergi sebulan sekali untuk menjangkau agen bank yang ada di Letung.

Muslim mengatakan agen bank tersebut dipilih lantaran untuk pergi ke kota membutuhkan jarak yang lebih jauh sehingga untuk menghemat waktu dan ongkos transportasi ia lebih memilih lokasi terdekat.

"Kita biasa simpan uang itu harus menyeberang (pulau) dulu ke Letung dari Keramut ini. Jarak tempuh kurang lebih ada setengah jam tapi tergantung cuaca juga. Saya biasa sebulan sekali (nabung)," ungkapnya.

Pengakuan Safar dan Muslim ini mungkin mewakili sebagian besar masyarakat yang ada di Kepulauan Anambas khususnya mereka yang ada di pulau-pulau terluar. Sulitnya mendapatkan akses perbankan dalam meningkatkan ekonomi kerakyatannya menjadi kendala utama yang dihadapi.

Namun, kini sebagian besar masyarakat tersebut sudah bisa tersenyum, karena tidak lagi menghadapi kenyataan pahit tersebut. Pasalnya, BRI melalui Teras BRI Kapal menghadirkan layanan perbankan dari pulau ke pulau untuk membantu masyarakat.

Halaman Selanjutnya: Kehadiran Bank Terapung

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT