Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara merespons mundurnya sejumlah petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah mundur diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban atas gonjang-ganjing bursa saham yang ditandai ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Mereka yang mundur adalah Mahendra Siregar yang mundur dari Ketua Dewan Komisioner; Inarno Djajadi mundur dari Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon.
IB Aditya Jayaantara mundur dari jabatan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon, serta Mirza Adityaswara mundur dari posisi Wakil Ketua OJK.
Purbaya menilai untuk posisi yang ditinggalkan Aditya Jayaantara, bisa cepat dapat penggantinya dan diisi dari internal OJK.
"Kalau yang Pak Aditya bisa ditutup kapan aja itu mah, nggak terlalu penting, cepat. Kan di sana juga banyak orang pintar, jadi nggak ada masalah," kata Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Sementara untuk pengganti tiga Anggota Dewan Komisioner OJK, Purbaya mengatakan harus ada proses seleksi. Ia pun tidak banyak bicara soal siapa yang nanti bakal menjadi Anggota Dewan Komisioner OJK.
"Kalau yang harus proses seleksi kan yang anggota Dewan Komisionernya," ujar Purbaya.
Sama halnya dengan Anggota Dewan Komisioner OJK, Purbaya juga bilang dirinya belum mengetahui pasti siapa yang bakal menjadi Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) nantinya.
Saat ini posisi Dirut BEI dijabat sementara oleh Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik.
"Saya nggak ngerti aturan sana, kayaknya sekarang udah PJS, nanti sebentar nggak lama di Senin dijadikan ini (Dirut). Saya nggak ngerti, nanti saya salah ngomong lagi pejabat fix tapi saya definitive, nanti saja ya," ujar Purbaya.
(hrp/hns)