Citibank menutup sebagian besar kantor cabang dan pusat keuangannya di Uni Emirat Arab (UEA) hingga 14 Maret. Penutupan operasional fisik ini dilakukan menyusul ancaman serangan Iran terhadap operasional perbankan yang terafiliasi Amerika Serikat (AS) dan Israel di wilayah Teluk.
Citibank mulai memulangkan karyawan seiring meningkatnya konflik AS-Israel melawan Iran. Langkah ini juga dilakukan oleh sejumlah perbankan di UEA menyusul kekhawatiran tersebut.
Manajemen Citibank mengatakan, operasionalnya tetap berjalan di Mall of the Emirates. Selanjutnya, Citibank berencana membuka kembali operasional semua cabang yang terdampak pada 16 Maret.
Saat ini, Citibank menerapkan work form anywhere (WFA) untuk semua staf yang berbasis di UEA. Sejumlah cabang Citibank yang ditutup imbas perang berada di Dubai International Financial Centre dan distrik Oud Metha.
"Keputusan untuk mengevakuasi tiga gedung kami dan menutup cabang-cabang di UEA merupakan respons terhadap informasi yang kami terima dan konsisten dengan komitmen kami untuk memprioritaskan keselamatan rekan-rekan kami," kata juru bicara Citibank dikutip dari Reuters, Jumat (13/3/2026).
Perang antara AS-Israel dan Iran disebut telah merusak citra Dubai sebagai pusat ekonomi di kawasan Teluk. Bahkan, perang ini disebut memicu kekhawatiran capital outflow, PHK, dan relokasi perusahaan ke tempat lain.
Sebelumnya, HSBC juga dilaporkan menutup semua operasional cabangnya di Qatar untuk memastikan keselamatan staf dan pelanggan hingga pemberitahuan lebih lanjut.
(ahi/ara)