×
Ad

Banyak yang Belum Berasuransi, Warga RI Rogoh Duit Segini buat Kesehatan

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 14 Apr 2026 05:55 WIB
Foto: Andi Hidayat
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat banyaknya warga Indonesia yang tidak memiliki jaminan kesehatan. Hal tersebut tercermin pada jumlah belanja kesehatan secara mandiri tanpa jaminan asuransi atau out of pocket yang tembus ratusan triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP), Ogi Prastomiyono, mengatakan porsi masyarakat yang masih membayar biaya kesehatan secara mandiri mencapai 28,8%. Angka tersebut setara dengan Rp 175 triliun.

"Masyarakat yang belum menggunakan produk untuk program kesehatan, baik BPJS maupun asuransi kesehatan, itu yang mirip komersial itu, masih cukup besar ada 28,8% dari total pembelanjaan kesehatan itu masih bayar pakai uang sendiri atau disebut dengan out of pocket, ya. Itu 28,8% itu jumlahnya itu Rp 175 triliun. Nah itu yang kita mau turunkan," ungkap Ogi kepada wartawan di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Ogi menjelaskan, kontribusi asuransi kesehatan komersial terhadap total belanja kesehatan nasional masih relatif kecil, yakni sekitar 5%. Saat ini, OJK dan Kementerian Kesehatan tengah memperbaiki efisiensi dan manfaat produk agar lebih menarik bagi masyarakat.

"Mereka melihat, apa untung ruginya? Bagaimana prosesnya lebih efisien? Lebih baik? dan sebagainya. Tapi 28,8% itu sangat besar ya. Kita mesti geser ke asuransi komersial yang saat ini masih 5% dari total belanja kesehatan nasional. Nah itu kita mau tingkatkan, kita sekarang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan," imbuhnya.

Selain itu, OJK berencana mendorong asuransi properti dalam program pembangunan 3 juta rumah. Ogi menyebut, program ini memiliki tenor panjang hingga 20 tahun yang perlu mitigasi atas risiko seperti meninggal dunia bagi debitur, gempa bumi, kebakaran, dan banjir.

Terkait skema pembiayaan premi, Ogi mengaku pihaknya masih membahas opsi yang memungkinkan. OJK juga membuka opsi subsidi pemerintah hingga skema blended dalam fasilitas pembiayaan perumahan rakyat.

"Masalah teknisnya sekarang kita bicarakan, apakah itu premi itu ditanggung oleh pemerintah, memberikan subsidi atau itu blended di dalam program pemberian fasilitas rumah rakyat," pungkasnya.




(acd/acd)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork