×
Ad

Saat Money Changer Menolak, Dolar Sobek dan Lecek Berakhir di Tangan Mereka

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 03 Jun 2026 12:41 WIB
Foto: Ignacio Geordy Oswaldo
Jakarta -

Menguatnya dolar AS belum tentu membawa berkah bagi semua pelaku bisnis valuta asing. Di Kwitang, Jakarta Pusat, pedagang valas kaki lima justru mengaku transaksi masih sepi. Padahal, mereka menawarkan layanan yang tak diberikan money changer resmi, menerima dolar rusak, lecek, hingga sobek.

Berdasarkan pantauan detikcom, Rabu (3/6/2026), di pinggir Jl. Kramat Kwitang arah Monumen Nasional (Monas), ada lima papan penanda "Jual Beli Dolar Rusak, Sobek, Koin" milik pedagang valas kaki lima.

Namun siang ini hanya tiga dari lima pedagang valas kaki lima yang buka. Dua di antaranya cuma bermodalkan bangku plastik dan duduk di sisi papan penanda dan satu pedagang lainnya membuka lapak dengan satu etalase kecil, menunggu warga yang ingin menjual mata uang.

Salah satu pedagang valas kaki lima, Rohadi (55), mengatakan praktik jual-beli mata uang asing di pinggir jalan Kwitang itu sudah ada sejak tahun 1990-an. Ia sendiri sudah membuka lapak sejak 1998 lalu saat perdagangan valas kaki lima sedang ramai-ramainya.

"Waktu itu penuh pada berjejer, sekarang paling empat lima orang lah sampai ujung (persimpangan Jl. Pasar Senen), ini sebelah papannya ada tapi orangnya belum buka, sore biasanya dia mah," ucap Rohadi saat ditemui detikcom.

Money Changer Pinggir Jalan Foto: Ignacio Geordy Oswaldo

Menurutnya yang paling membedakan antara pedagang valas kaki lima dengan money changer resmi adalah mereka mau menerima uang asing meski dalam kondisi lecek, lusuh, hingga rusak seperti sobek sebagian. Sementara di money changer resmi kondisi uang asing seperti ini tidak diterima.

Perbedaan inilah yang menjadi modal utama money changer pinggir jalan masih bertahan sampai sekarang. Meski jumlah pedagang valas kaki lima ini sudah turun sangat drastis dibandingkan beberapa dekade lalu karena sepi pelanggan.

"Kalau kita terima dolar apa pun kondisinya, lecek atau sobek. Kan biasanya itu nggak diterima di money changer, makanya baru lari ke kita buat jual," terangnya.

Selain dolar, para pedagang valas kaki lima ini juga menerima banyak mata uang lain. Sebut saja dolar Singapura hingga mata uang benua biru, euro. Menurut Rohadi, selama mata uang itu memiliki nilai tukar di money changer, maka bisa mereka terima.

"Kita terima semua (mata uang), dolar Singapura, ringgit Malaysia, atau riyal Arab kan. Iya, euro juga diterima. Pokoknya yang masih ada harganya di money changer kita terima," tutur Rohadi.

Tonton juga video "Dolar AS Nyaris Rp 17.800, Purbaya Bilang Nggak Masuk Akal!"




(igo/fdl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork