×
Ad

Perang Belum Benar-benar Usai, OJK Kasih Kabar soal Kondisi RI

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 07 Jul 2026 14:56 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi / Foto: Andi Hidayat
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan kondisi sektor jasa keuangan Indonesia terjaga stabil. Hal ini berdasarkan pada Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Juni yang dilaksanakan pada 1 Juli 2026 kemarin.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Frederica Widyasari Dewi, memaparkan stabilitas sektor jasa keuangan ini turut didukung oleh perkembangan kondisi geopolitik di Timur Tengah yang membaik. Meredanya konflik membuat harga minyak kembali mendekati ke level sebelum perang dan berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi.

"Kendati demikian risiko geopolitik masih perlu dicermati, mengingat stabilitas kawasan masih rentan terhadap potensi eskalasi baru," kata Frederica dalam konferensi pers RDKB Juni yang dilakukan secara online, Selasa (7/7/2026).

Meski begitu, Frederica mengatakan pada Juni kemarin Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) telah memangkas outlook pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 2,8%.

Senada, Bank Dunia juga telah memangkas outlook pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi hanya 2,5%. Angka ini berpotensi semakin turun jika konflik di Timur Tengah kembali meningkat atau terjadi gangguan pasokan energi untuk waktu yang cukup panjang

"Prospek pertumbuhan masih dibayangi lemahnya permintaan global, perlambatan ekonomi Tiongkok serta meningkatnya prospek hire for longer mempengaruhi risk appetite investor global di pasar keuangan," ujarnya.

Masalahnya menurut Frederica kondisi ini sedikit banyak dapat mempengaruhi pasar keuangan domestik Indonesia. Semisal berpotensi menyebabkan inflasi yang lebih tinggi, mempersempit surplus perdagangan, hingga menurunkan cadangan devisa nasional.

"Di domestik, indikator ekonomi termoderasi di tengah mulai meningkatnya tekanan inflasi, sementara itu PMI manufaktur melemah, surplus perdagangan menyempit dan cadangan devisa menurun. Namun stabilitas tetap terjaga melalui bauran kebijakan fiskal dan moneter," tegas Frederica.

Simak juga Video 'Purbaya soal Pendalaman Pasar Modal RI Belum Optimal':




(igo/fdl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork