Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan jumlah simpanan masyarakat pada semua kelompok tetap mengalami pertumbuhan. Baik untuk kelompok di bawah Rp 100 juta dan di atas Rp 5 miliar.
"Per Juni pertumbuhan tahunan simpanan lintas kelompok tiring tumbuh sekitar 0,78 sampai 15,44 tergantung pada tiring mana yang akan dilihat satu persatu," ujar Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, dalam konferensi pers hasil rapat KSSK, di kantor LPS, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Anggito mengatakan untuk simpanan dengan nominal hingga Rp 100 juta yang didominasi oleh rekening perorangan, pertumbuhannya mencapai 5,16% secara tahunan.
Di mana, simpanan perorangan dengan saldo di bawah Rp 5 juta tumbuh 7,36%, sedangkan saldo Rp 5 juta hingga Rp 10 juta meningkat 10,01%.
"Nasabah dengan saldo simpanan antara Rp 100 sampai Rp 200 juta meningkat 4,2%, Rp 200 sampai Rp 500 juta meningkat 3,07%," ujarnya.
Nasabah dengan saldo Rp 200 juta hingga Rp 500 juta meningkat 3,07%, sedangkan saldo Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar tumbuh 2,32%.
Kemudian rekening perorangan dengan saldo Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar meningkat 2,67%, sementara saldo Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar tumbuh 4,78%.
"Sementara nasabah di atas Rp 5 miliar meningkat 15,44% yang dominasi oleh saldo dana dari korporasi," ujarnya.
(hrp/fdl)