Mau Investasi? Jangan Lupa Siapkan Hal Ini

Steven Ransingin - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Sabtu, 04 Jul 2020 05:33 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Investasi seringkali terdengar tabu dan menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang yang belum mengenalnya. Apalagi maraknya kasus penipuan yang dibalut dengan kata-kata investasi dan yang sering terdengar investasi bodong.

Nah berita seperti ini yang sering muncul hingga kurangnya pengetahuan tentang investasi yang membuat orang-orang yang belum berinvestasi atau yang baru memulainya jadi takut, tabu hingga membiarkan potensi uang yang mereka miliki berkembang.

Jadi gampangnya hanya diletakkan di bawah bantal. Kalau sudah begini siapa yang salah? Pemerintah? Lembaga investasi yang menipu? Media? Atau diri kita sendiri karena kurangnya pengetahuan? Kembali lagi sebenarnya sah-sah saja meletakkan uang di bawah bantal, di bawah tumpukan baju yang diselipkan di alam lemari, atau yang lebih aman lagi di dalam brankas. Nah susah deh dibobol atau digotong.

Tapi yang banyak orang tidak tahu adalah uang yang kita rasa aman jika kita simpan dengan cara-cara di atas,ternyata tidak, kenapa? Kalau saja kita tahu pelan-pelan uang kita dicuri orang perampok yang tidak terlihat, dia adalah inflasi.

Inflasi mengambil nilai mata uang kita secara perlahan. Hal ini sudah sering dibahas di banyak artikel, buku, seminar, hingga kelas, tapi karena dampaknya sedikit demi sedikit jadi banyak orang yang masih merasa aman.

Bagi yang belum tahu, gampangnya harga mi instan favorit kita yang awalnya hanya Rp 500 sekarang menjadi Rp 3.000 per bungkus jika dibeli secara eceran di warung-warung. Jadi jika kita menyimpan uang Rp 10.000 di bantal dari beberapa tahun ke belakang hingga hari ini, yang awalnya kita bisa dapat 20 bungkus, eh sekarang cuma 3 bungkus, kebayang kan rasanya. Itu baru satu contoh dalam kasusnya mi instan belum dalam semangkuk bakso.

Kejadian-kejadian seperti ini yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari karena dampaknya pelan-pelan jadi tidak terasa, tapi saya rasa hal ini tidak cukup berlaku bagi ibu-ibu atau para asisten rumah tangga yang sering turun langsung ke lapangan alias berbelanja di pasar.

Cukup sering kita dengar bahkan kita temui beberapa dari mereka mengeluh akan harga bahan baku yang naiknya membludak. Selain karena kelangkaan bahan,faktor inflasi juga turut ambil peran dalam 'kejahatan' ini.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Airlangga: 143 Perusahaan Asing Mau Investasi ke RI"
[Gambas:Video 20detik]