Pengin Investasi tapi Gaji Pas-pasan? Begini Caranya

Nurcholis Maarif - detikFinance
Jumat, 11 Des 2020 16:15 WIB
ilustrasi investasi
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Investasi sebenarnya tidak melulu berhubungan dengan perusahaan besar atau butuh uang yang banyak. Namun, investasi bisa kok dilakukan oleh perseorangan, termasuk untuk mereka yang punya gaji kecil atau pas-pasan.

Sebagai catatan, butuh strategi yang tepat untuk mengelola keuangan dari gaji yang terbatas dan menyisihkannya untuk berinvestasi. Berikut tips merencanakan keuangan buat kamu yang ingin tetap berinvestasi meski gaji terbatas, seperti dikutip dari Lifepal.co.id.

Hitung Pendapatan Bersih

Ketika menerima gaji bulanan, kamu harus hitung terlebih dahulu pendapatan bersih yang didapat. Ingat yah, ini sudah dipotong dengan tagihan bulanan seperti bayar pajak, asuransi, dan lainnya. Poin ini menjadi utama karena untuk meminimalisir perhitungan gaji yang didapat.

Bayar yang Wajib Dulu

Alokasikan dulu gaji yang didapat untuk kebutuhan primer atau kewajiban yang harus dipenuhi. Mulai dari sewa kos atau rumah, cicilan, bayar listrik, air, dan membayar utang. Seluruh pos itu harus diselesaikan terlebih dulu, sebelum berpikir ke pengeluaran lain, apalagi investasi.

Sisihkan Uang untuk Ditabung Awal Bulan

Skema 50-20-30 yang merupakan metode populer dari pakar keuangan dari AS, Elizabeth Warren, bisa jadi referensi. Maksudnya, kamu bisa mengalihkan 50% dari penghasilan bersih untuk kebutuhan pokok, 20% untuk menabung dan investasi, dan 30% untuk gaya hidup.

Nah, alokasi 20% untuk menabung dan investasi ini lebih baik disiapkan sejak awal bulan. Jika perlu, kamu juga bisa memisahkan rekening pengeluaran dan tabungan untuk memaksimalkan kondisi finansial.

Buat Jadwal Belanja untuk Tekan Pengeluaran

Kebutuhan sekunder dan tersier seperti membeli baju baru, nongkrong, atau untuk gaya hidup lainnya memang seringkali menjadi pengeluaran terbesar dari gaji yang didapat. Meski menimbulkan kebahagiaan tersendiri, kamu juga harus ingat itu bukanlah kebutuhan utama.

Makanya sejak awal lebih baik kamu sudah membuat jadwal belanja dan barang apa saja yang akan dibeli hingga rencana pengeluaran. Perencanaan ini dapat menekan pengeluaran tiba-tiba nantinya.

Mulai Investasi Kecil-kecilan

Gaji kecil atau pas-pasan bukan alasan untuk tidak memulai investasi. Setidaknya ada alokasi 20% dari gaji yang dipunya untuk menabung dan investasi. Investasi juga tidak perlu dana yang besar, karena lebih baik memulai daripada tidak sama sekali.

Ada juga beberapa instrumen investasi yang bisa membutuhkan dana kecil sekaligus memiliki risiko yang kecil seperti emas dan reksa dana. Selain itu, saat ini banyak layanan investasi yang bisa dilakukan cukup dengan smartphone, seperti Tokopedia Emas dan Tokopedia Reksa Dana.

Keduanya merupakan bagian dari layanan Tokopedia Keuangan yang diluncurkan tahun 2016 silam. Di Tokopedia Emas misalnya, kamu cukup menyiapkan minimal Rp 5.000 untuk membeli emas. Kamu punya kesempatan untuk menjual emas dengan harga yang lebih tinggi.

Tokopedia menggandeng PT Pegadaian (Persero) yang berpengalaman dalam penyimpanan dan penitipan emas buat fitur Tokopedia Emas. Selain itu, transaksi ini juga aman karena diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tokopedia juga telah memiliki lebih dari 50 saluran pembayaran yang bisa dimanfaatkan untuk investasi ini. Kamu hanya perlu masuk ke akun Tokopedia Emas, lalu masukkan nominal dan akan langsung terlihat berapa gram jumlah emas yang dibeli.

Di Tokopedia Emas, kamu juga bisa mengecek tren harga emas harian. Alhasil pengguna bisa memantau pergerakkan investasinya secara mandiri dan tanpa perlu ribet.

(akn/hns)