Ini Tips Siapkan Rencana Keuangan di Tahun 2021

Angga Laraspati - detikFinance
Jumat, 18 Des 2020 11:06 WIB
Ilustrasi emas batangan
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Tahun 2020 segera berakhir dan sebentar lagi kita akan menyongsong tahun baru. Berhasil melewati tahun 2020 dengan segala naik dan turunnya adalah suatu pencapaian yang luar biasa.

Perjuangan melalui pandemi COVID-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 sampai saat ini, berdampak pada berbagai sektor kehidupan, tak cuma kesehatan, tapi juga keuangan.

Kini, saatnya kita mengevaluasi kondisi keuangan di tahun 2020 sebagai acuan dalam membuat perencanaan keuangan di tahun 2021.

Generasi Milenial Tak Siap Hadapi Krisis

Menurut CEO Big Alpha Tirta Prayudha kita harus lebih sadar akan pentingnya dana darurat. Generasi milenial, belum pernah menghadapi krisis. Ketika terjadi krisis di tahun 1998, generasi milenial masih sangat kecil, sehingga belum benar-benar merasakan dampak krisis.

Setelah itu, kita juga selalu hidup dalam kondisi perekonomian yang baik-baik saja, cenderung terus meningkat. Tirta mengatakan bahwa hal ini membuat milenial tidak punya sense of crisis.

"Sebelum tahun 2020, generasi milenial punya prinsip YOLO atau You Only Live Once. Mau jajan, belanja, liburan, dan lain sebagainya bisa," ujar Tirta dalam keterangannya, Jumat (18/12/2020).

Setelah datangnya krisis di tahun 2020, generasi milenial kehilangan pekerjaan, tidak punya tabungan, dan tidak punya dana darurat. Barulah saat itu mulai berpikir mengenai pentingnya dana darurat dan perencanaan keuangan.

"Mudah-mudahan tahun 2020 menjadi pelajaran buat generasi milenial dan generasi Z bahwa krisis itu tidak enak dan bisa berlangsung dalam jangka waktu yang lama," harapnya.

Persiapkan Dana Darurat Sejak Sekarang

Perekonomian bergerak dalam suatu siklus, ada naik dan turun. Menurut Tirta, mungkin akan ada krisis lagi di beberapa tahun mendatang. Diharapkan, ketika terjadi krisis lagi, kita sudah lebih siap menghadapinya. Dan hal tersebut bisa dipersiapkan sejak sekarang, jangan sampai mengulang kesalahan yang dilakukan pada tahun 2020.

Salah satu cara mempersiapkan dana darurat adalah dengan emas. Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang bisa menjaga nilai uang dan juga mudah dicairkan. Namun, memiliki emas dalam wujud fisik memiliki risiko yang tidak dimiliki instrumen investasi lain yaitu risiko hilang atau dicuri. Apalagi emas mudah dipindahtangankan.

Maka dari itu, sebagai mitigasi, investasi emas bisa dilakukan dengan Tabungan Emas Pegadaian melalui aplikasi Pegadaian Digital. Emas disimpan di Pegadaian dengan aman, tanpa perlu khawatir hilang atau dicuri.

"Teknologi bisa mengubah kebiasaan kita berinvestasi. Tidak perlu keluar rumah, dari kamar saja, melalui aplikasi sudah bisa melakukan investasi emas," kata Tirta.

Menurut Tirta, investasi itu membuat kita ketagihan. Namun, yang paling sulit adalah memulainya. Menabung emas di Pegadaian bisa dilakukan dengan aplikasi Pegadaian Digital mulai dari Rp50.000 saja.

Sampai dengan 31 Desember 2020, ada diskon 50% hingga Rp25.000 untuk transaksi pembukaan Rekening Tabungan Emas Pegadaian dengan kode promo NABUNGEMAS.

Jika ingin menambah saldo Tabungan Emas Pegadaian, gunakan kode promo BELIEMAS untuk mendapatkan diskon sebesar 1%. Promo ini bisa digunakan di aplikasi Pegadaian Digital dan juga cabang Pegadaian seluruh Indonesia.

(ega/ara)