Kiat Menjadi Investor Saham Pemula (Bagian 3)

Aidil Akbar Madjid - detikFinance
Sabtu, 20 Feb 2021 06:00 WIB
Stock exchange market concept, businesswoman trader looking on smartphone with graphs analysis candle line on sofa in house, diagrams on screen.
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Masih melanjutkan dari artikel sebelumnya yang membahas kiat untuk menjadi investor saham pemula bagi milenial, apa saja sih yang harus diketahui, kuasai dan dilakukan? Yuk kita langsung simak saja.

Keuntungan dari kenaikan harga saham (capital gain) & dividen (plus stock split)

Ketika anda berinvestasi pada saham khusus untuk jangka panjang maka ada 3 cara anda akan mendapatkan keuntungan dari investasi anda, yaitu kenaikan harga saham itu sendiri atau dikenal dengan nama capital gain, kemudian pembagian keuntungan atau dividen dan yang terakhir adalah pemecahan saham atau Bahasa investasinya stock split.

Mengapa tidak hanya mengharapkan keuntungan dari kenaikan harga saham saja? Karena dalam jangka panjang harga saham tidak selalu akan naik selamanya (infinity) akan tetapi bisa naik dan turun bahkan bisa turun ke posisi harga diawal kita beli. Nah, akumulasi jumlah saham anda akan sia-sia bila harga kembali ke nominal awal. Yang dimiliki adalah jumlah saham anda saja yang lebih banyak karena anda akumulasi atau seakan-akan seperti menabung saham. Itu sebabnya pembagian keuntungan dan pemisahan/pemecahan saham menjadi sangat penting untuk diperhatikan.

Paham cara baca laporan keuangan

Ada istilah Bahasa Inggris The Evil is in the Details, yang artinya kira-kira anda harus bisa mencari dan membaca informasi tersembunyi yang harus dibaca secara hati-hati dan secara detil. Nah, demikian juga dengan laporan keuangan dari suatu perusahaan. Pertama-tama anda harus bisa mengerti dan tahu cara membaca laporan keuangan dari suatu perusahaan. Kondisi perusahaan bisa dengan mudah tergambarkan dari laporan keuangan tersebut.

Kemudian, tidak hanya sekedar membaca, anda juga harus mengerti dan mencari tahu secara detil isi dari laporan keuangan tersebut karena yang membedakan antara investor biasa dengan investor kawakan adalah bagaimana cara mereka membaca dan mengupas laporan keuangan secara detil.

Tahu rasio-rasio keuangan

Lanjutan dari membaca laporan keuangan di atas, anda juga harus tahu arti dari rasio-rasio keuangan yang ada. Rasio keuangan akan memberikan gambaran secara langsung kondisi keuangan perusahaan apakah baik atau buruk, sehat atau tidak, bisnisnya berpotensi atau tidak. Banyak jenis-jenis laporan keuangan dan rasio keuangan yang disajikan sebaiknya anda focus ke rasio keuangan yang penting-penting saja untuk membantu anda memutuskan apakah membeli atau tidak membeli saham dari perusahaan tersebut.

Selain membaca laporan keuangan, kunci keberhasilan dari investor saham kawakan adalah menterjemahkan arti angka-angka dari rasio keuangan yang disajikan. Anda harus menggunakan berbagai rasio untuk bisa mengecek keabsahan data dan kesimpulan anda sebelum mengambil keputusan untuk membeli atau menjual suatu saham dari suatu perusahaan.

Investasi pakai uang dingin

Uang investasi adalah uang untuk jangka panjang, oleh sebab itu jangan pernah berinvestasi menggunakan uang untuk kebutuhan sehari-hari atau dikenal dengan istilah uang panas. Itulah sebabnya perencana keuangan mewajibkan untuk investasi terutama di saham harus selalu menggunakan uang dingin. Tujuannya adalah agar anda tidak mencairkan investasi anda untuk jangka lama alias panjang karena tujuan investasi anda diawalpun untuk jangka panjang.

Manajemen risiko: Cost Averaging (dollar cost averaging)

Tidak bosan-bosan saya katakanbahwa INVESTASI di saham adalah untuk jangka panjang. Dan selama berinvestasi tersebut maka harga saham akan naik dan turun. Salah satu cara untuk meminimalisasi resiko investasi di saham adalah dengan membeli (akumulasi) saham secara berkala terutama ketika harganya sedang turun. Hal yang sama mirip dilakukan bila kita berinvestasi pada reksa dana saham. Membeli dengan cara ini disebut dengan dollar cost averaging (DCA). Yang artinya anda membeli saham kapanpun harga naik maupun turun dan nantinya anda akan mendapatkan harga rata-rata dari saham yang anda investasikan.

Dengan cara membeli/mengkoleksi atau akumulasi saham secara berkala ini diharapkan resiko investasi anda lebih rendah dan membuat uang anda berkembang mendekati untuk bisa dipakai memenuhi tujuan-tujuan keuangan anda. Itulah sebabnya penting untuk punya tujuan keuangan sebelum berinvestasi di saham. Dan tidak kalah penting adalah paham cara pengelolaan dana tunai (cash flow) dan mengelola keuangan dengan baik. Untuk memulai, anda bisa melakukan perencanaan keuangan sendiri secara gratis dengan menggunakan aplikasi seperti Moneesa yang bisa diunduh di sini. Sementara untuk melakukan perbandingan produk dan premi serta menghitung kebutuhan asuransi jiwa anda, bisa dilakukan secara gratis dengan menggunakan aplikasi Bregaswaras yang bisa diunduh di sini.

Selain itu bila ingin belajar menyehatkan keuangan sebelum berinvestasi di saham, anda bisa melakukannya dengan belajar perencana keuangan bersertifikasi secara online (self study), mudah, terjangkau dan bisa belajar sesuai waktu kita. Untuk info-info kelas secara online (self study) bisa dilihat disini https://bit.ly/IARFC-Online .

Simak Video: Saran Perencana Keuangan Aidil Akbar Jika Rugi Investasi Saham

[Gambas:Video 20detik]



(hns/hns)