Pola Pikir yang Salah Tentang Uang

Aidil Akbar Madjid & Partner - detikFinance
Selasa, 25 Mei 2021 08:32 WIB
Malaysian Girl wearing hijab, rejoicing her first salary and counting cash, woman money
Ilustrasi/Foto: Getty Images/GCShutter
Jakarta -

Belum selesai membahas membahas tentang betapa pentingnya mempunyai pola pikir yang benar tentang uang dan keuangan, sehingga menjadi lebih penting lagi untuk kita bisa mengidentifikasi pola pikir yang salah tentang uang agar kita bisa menghindarinya.

Dalam 2 artikel sebelumnya telah dibahas apa saja sih pola yang salah, nah artikel terakhir ini sebagai penutup membahas tambahan pola pikir apa lagi yang sering kita alami yang ternyata salah terhadap keuangan kita. Apa saja tuh?

Uang Adalah Segala-galanya

Di masa yang serba sulit seperti saat ini, sementara selebriti baik di TV maupun media sosial mereka (YouTube) kerap memamerkan kekayaan mereka (tanpa jelas motifnya apa selain untuk buat konten) membuat banyak masyarakat yang mengidolakan mereka berfikir bahwa uang adalah segala-galanya.

Tidak berhenti sampai di situ, ketimpangan social dan ketimpangan hukum yang sedang berlaku dan dipertontonkan di negeri ini pun ikut turut serta memberikan sinyal kepada masyarakat bahwa "kalau lo orang kaya, lo banyak duit, lo bisa melakukan apa aja". Sehingga tidak heran kalau kemudian banyak orang yang mendewa-dewakan uang atau menganggap uang adalah segala-galanya.

Padahal justru pola pikir ini yang justru berbahaya, terutama bila diserap oleh anak-anak kita. Padahal suatu hari nanti jaman pasti berubah dan tidak semua-muanya bisa dibeli dengan uang.

Hindari/Jangan Berhutang

Mereka yang biasanya mengatakan hal ini adalah mereka yang belum pernah berhutang atau pernah mengalami hal buruk dengan berhutang atau mendapatkan pengertian yang salah tentang tata dan cara berhutang.

Di satu sisi hal ini benar adanya dan saya pribadi setuju dengan statement judul di atas, akan tetapi untuk beberapa hal berhutang bila dilakukan dengan baik dan benar dan sesuai aturan justru bisa membantu kita mengakumulasi asset, kekayaan dan investasi. Itulah sebabnya penting untuk mempelajari cara berhutang agar bila dibutuhkan bisa berhutang dengan baik dan benar dan tidak berhutang secara sembarangan.

Tenaaang, Kalau Butuh Uang Nanti Juga Ada Yang Bantu

Mental dan mind set ini sebenarnya bagus sekali karena selalu memberikan mindset yang positif pada diri kita. Sayangnya dalam dunia nyata dan kondisi saat ini sering kali mentalitas ini bisa jadi hanya sekedar ilusi atau halusinasi saja.

Tidak percaya? Coba lakukan eksperimen ini. Di saat kondisi anda sedang baik-baik saja seperti saat ini cobalah untuk meminjam uang kepada teman-teman anda. Pinjam dengan nominal uang yang tidak terlalu kecil tapi juga tidak terlalu besar, sehingga anda bisa dan merasa teman-teman anda sebenarnya masih mampu untuk membantu anda (bila mereka mau). Setelah itu lihat reaksi dari mereka.

Dari sana anda bisa simpulkan sendiri bahwa meminjam atau meminta bantuan uang kepada seseorang (teman) tidak semudah yang dibayangkan. Di saat yang bersamaan, eksperimen ini juga bisa anda pergunakan untuk memilih lagi teman-teman dekat (lingkaran dalam anda), mana sekiranya mereka yang akan selalu ada di saat anda butuh bantuan atau terjatuh dan mana yang akan ada hanya di saat anda sedang berkecukupan saja.

Dari latihan dan pola pikir di atas tadi kita bisa belajar bahwa uang kita menjadi tanggung jawab diri kita sendiri. Itu sebabnya penting untuk kita selalu mempersiapkan keuangan kita dengan baik dan benar. Buat dana darurat, miliki asuransi dan lakukan perencanaan keuangan dari sekarang. Awas jangan sampai salah beli asuransi yang tidak anda butuhkan atau kemahalan membayar premi.

Bila ingin belajar tentang asuransi anda bisa mengikuti workshop asuransi, info bisa dibuka di sini. Anda bisa melakukan perencanaan keuangan sendiri. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara mencatat dan merencanakan keuangan sendiri. Kita bisa melakukannya sendiri dengan menggunakan aplikasi Moneesa seperti yang bisa diunduh di sini.

Kalau ingin belajar perencanaan keuangan sendiri bisa mengikuti workshop basic financial planning, info bisa dibuka di sini. Kamu juga bisa melakukannya dengan belajar perencana keuangan bersertifikasi secara online secara mandiri (self study), mudah, terjangkau dan bisa belajar sesuai waktu kita. Untuk info-info kelas secara online (self study) baik yang gratisan ataupun biaya terjangkau sekali, bisa dilihat di sini.

Lihat Video: Angpao Lebaran Jadi Momen Ajari Anak Konsep tentang Uang

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)