ADVERTISEMENT

Marak Investasi Bodong, Bibit Ajak Masyarakat Jadi Investor Bijak

Muhamad Yoga Prastyo - detikFinance
Senin, 21 Feb 2022 17:55 WIB
Banner Bibit
Foto: Bibit
Jakarta -

Menyikapi maraknya investasi bodong belakangan ini, Bibit.id mengajak masyarakat untuk berinvestasi di platform yang mempunyai izin dan diawasi oleh regulator jasa keuangan. Masyarakat juga diajak untuk mengambil keputusan investasi secara bijaksana dan tidak trauma terhadap investasi.

Lead Public Relation (PR) & Communication Bibit.id, William menyampaikan pihaknya berdiri bersama para korban investasi bodong. Ia pun lantas menyampaikan ucapan terima kasih kepada aparat penegak hukum yang bekerja tanpa lelah guna memberantas praktik investasi bodong.

"Menjadi korban bisa jadi sangat menyakitkan, namun itu bukanlah sesuatu yang memalukan. Kami percaya bahwa setiap orang, terlepas dari latar belakangnya, berhak atas masa depan keuangan yang lebih baik melalui cara-cara investasi yang benar di pasar modal," kata William dalam keterangan tertulis, Senin (21/2/2022).

William juga mengatakan salah satu upaya yang dilakukan Bibit untuk mengingatkan masyarakat akan bahaya investasi bodong yaitu dengan memberikan upaya edukasi. Selama tahun 2021, Bibit telah menyelenggarakan lebih dari 80 sesi edukasi kepada masyarakat dan akan terus ditingkatkan pada tahun 2022 ini.

Tak hanya itu, Bibit juga menyediakan live customer support 24/7 agar para pengguna dapat bertanya dan mengonfirmasi atas informasi investasi yang mencatut nama Bibit dapat dilayani dengan baik.

"Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia, baik yang baru pertama kali berinvestasi, investor yang pernah menjadi korban investasi bodong, maupun investor yang belum pernah berinvestasi di pasar modal untuk mulai berinvestasi reksadana dan surat berharga negara di Bibit, platform investasi yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta dipercaya oleh lebih dari tiga juta pengguna di lebih dari 500 kota di Indonesia," ujar William.

Diketahui, investasi bodong belakangan ini marak beredar di masyarakat dengan menjanjikan keuntungan cepat. Korbannya pun berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar dan mahasiswa, ibu rumah tangga, pekerja kantoran, hingga content creator.

Salah seorang korban investasi bodong, Pattra alias Bapak Onlen, dalam akun Tiktok @si_pattra menceritakan pengalamannya yang diminta untuk suntik modal investasi namun tidak mendapatkan kejelasan atas uangnya tersebut.

"Saya diminta suntik modal Rp63 juta lebih dan sampai sekarang tidak jelas uang saya ke mana. Pelajaran dari kasus ini adalah kita tidak bisa mengandalkan kepercayaan saja. Kita harus berinvestasi di tempat yang legalitasnya sudah jelas," terang Pattra.

Sebagai informasi, Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian yang dihasilkan dari investasi bodong dalam 10 tahun terakhir telah mencapai angka Rp 117,4 triliun.

(fhs/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT