Begini Racikan Investasi Biar Tetap Cuan di Masa Pandemi

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 16 Jun 2020 20:40 WIB
Ilustrasi Uang Rupiah
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Masa pandemi Corona telah memporak-porandakan perekonomian di hampir seluruh penjuru dunia. Namun bukan berarti kondisi ini menghentikan geliat investasi.

Masih ada beberapa instrumen investasi yang memiliki peluang untuk memberikan cuan di tahun pandemi ini. Selain itu pastikan investasi tak hanya ditempatkan di satu keranjang.

Head of Wealth Management & Premier Banking Bank Commonwealth Ivan Jaya meyakini tahun ini instrumen investasi yang akan menjadi primadona adalah obligasi.

"Tahun 2020 adalah tahunnya obligasi, bond masih menjadi pilihan investasi karena risikonya tidak sebesar reksa dana saham. Jadi bond masih pilihan cukup baik," tuturnya dalam webinar market update, Selasa (16/6/2020).

Obligasi akan semakin diminati dengan era suku bunga yang rendah. Apa lagi Bank Indonesia (BI) sebentar lagi akan menentukan suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate yang diprediksi akan kembali dipangkas.

Ivan juga masih menyarankan para investor ritel untuk membeli reksa dana berjenis saham. Sebab dengan melihat kondisi pasar modal saat ini sudah mulai kembali bergairah.

Untuk racikan investasinya, Ivan menyarankan 45% dari dana investasi ditempatkan di obligasi. Lalu 25% di instrumen reksa dana saham.

"Reksa dana saham masih ada risiko, jadi tetap defensif, tapi boleh kalau mau koleksi saham-saham berkapitalisasi pasar," terangnya.

Sementara sisanya, 30% dia sarankan untuk ditempatkan di reksa dana pasar uang atau deposito. Fungsinya agar bisa cepat dicairkan dan bisa dipindahkan dengan mudah ke instrumen investasi lain ketika kondisi membaik.



Simak Video "3 Strategi Satgas Tekan Kasus Covid-19 di 12 Kab/Kota"
[Gambas:Video 20detik]
(das/eds)