Basuki Resmikan Rusun Santri Rp 6,8 M di Jombang, Ini Fasilitasnya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 11 Apr 2022 05:00 WIB
menteri pupr basuki hadimuljono
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono/Foto: Enggran Eko Budianto
Jakarta -

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan rusun Yayasan Bhakti Bapak Emak di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Rusun senilai Rp 6,81 miliar ini akan diperuntukkan untuk hunian para santri.

Rusun ini memiliki satu tower tiga lantai lengkap dengan perkakas meubel di dalamnya. Rusun santri ini juga dapat menampung sekitar 128 santri. Basuki mengatakan pembangunan rusun ini diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar mengajar dan memenuhi kebutuhan hunian santri di Yayasan Bhakti Bapak Emak.

"Rusun ini dibangun Kementerian PUPR untuk tempat tinggal para santri serta menunjang kegiatan di pondok pesantren Yayasan Bhakti Bapak Emak. Semoga para santri bisa memanfaatkan Rusun dan mempelihara dengan baik," ujar Basuki dalam keterangannya, Minggu (10/4/2022).

Rusun ini didukung oleh fasilitas penunjang berupa ruang pengelola, tempat wudhu, paving, dan taman di sekitar bangunan sehingga dapat meningkatkan kualitas belajar para santri.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Jawa IV Direktorat Jenderal Perumahan, Sultan Sidik Nasution menerangkan, rusun tersebut dibangun di Dusun Serning RT 026 RW 010 Banjaragung, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur.

Rusun tersebut dibangun oleh Direktorat Jenderal Perumahan melalui Satuan Kerja Perumahan Provinsi Jawa Timur Balai P2P Jawa IV mulai April hingga Desember 2021. Kontraktor pelaksana pembangunan adalah PT Pandan Jaya Indonesia.

Berdasarkan data yang ada, luas bangunan rusun setinggi tiga lantai tersebut adalah 803 meter persegi. Unit huniannya adalah tipe barak sebanyak 6 barak dan memiliki kapasitas hunian sebanyak 128 santri.

"Kami juga telah melengkapi Rusun santri dengan meubel seperti tempat tidur susun serta lemari dua pintu masing-masing sebanyak 64 unit," terang Sultan Sidik.

(hal/ara)