Saatnya Jadi Bos

'Perjudian' Dimas Bisnis Donat hingga Kantongi Omzet Rp 700 Juta

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 19 Feb 2021 13:58 WIB
Manisnya Bisnis Donat Beromzet Rp 700 Juta
Foto: Dok. Kalis Donuts
Jakarta -

Donat sebuah panganan yang memiliki arti besar bagi Dimas (37). Panganan itu bisa menyelamatkan hidup Dimas dan keluarga saat sedang jatuh, bahkan kini bisa menghidupi 63 orang lainnya.

Dimas merupakan pendiri dan pemilik Kalis Donuts, sebuah toko donat yang terbilang tenar di Yogyakarta. Bahkan produk donat premium dengan harga terjangkau itu kini sudah melebarkan sayapnya ke Semarang dan Pekanbaru.

Di balik kesuksesan Dimas mendirikan Kalis ada cerita yang cukup menyayat hati. Dimas sebelumnya merupakan karyawan di sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Selama 11 tahun dia tinggal di ibu kota sambil bekerja kantoran.

Pada satu titik dia memutuskan untuk mencoba peruntungan pindah ke Yogyakarta dan masih sambil bekerja di perusahaan swasta. Namun ternyata tidak semulus yang dia harapkan. Ada satu alasan yang membuat dirinya gagal dan jatuh terpuruk dalam finansial di 2018.

"Di 2018 posisi saya lagi jatuh tidak punya penghasilan sama sekali," ucapnya kepada detikcom, Jumat (19/2/2021).

Dimas sempat menyerah dan mulai mengajukan lamaran di beberapa perusahaan di Jakarta. Namun lamarannya tak kunjung mendapat respons. Dengan keadaan kepepet dia menjajal peruntungan di dunia usaha dan kuliner menjadi sektor yang dipilih.

Manisnya Bisnis Donat Beromzet Rp 700 JutaManisnya Bisnis Donat Beromzet Rp 700 Juta Foto: Dok. Kalis Donuts

Berbagai jenis kuliner sudah dia coba buat, namun tak sesuai dengan kata hatinya. Sampai akhirnya dia memilih donat sebagai senjatanya untuk terjun di medan bisnis. Alasannya memilih donat sederhana karena saat itu bisnis kopi sedang menjamur di mana-mana.

"Awalnya ingin juga bisnis kopi tapi pengetahuan saya tentang kopi itu nol besar. Tapi saya sadar mereka yang punya bisnis kopi belum ada makanan. Nah terpikir buat makanan manis sebagai pendamping minum kopi, akhirnya kepikiran donat," terangnya.

Sebelum produksi donat, Dimas sempat pergi ke Jakarta dan Bali, bukan untuk liburan tapi berburu donat premium lokal. Dia menjajal banyak donut premium produksi lokal untuk mencari kelebihan dan kekurangan mereka.

Sampai akhirnya di awal 2019 dia mulai memproduksi donat miliknya. Awal mula dia produksi dengan sistem by order atau open PO. Dia juga sempat menawarkan ke teman-temannya yang memiliki toko kopi, karena memang itu ide awal Dimas saat mencoba bisnis donat.

"Kita tawarin ke coffee shop, tapi mereka bimbang laku nggak ya. Ada yang mau ambil tapi nggak order lagi. Wah ini kenapa," kenangnya.

Sampai akhirnya menerapkan rencana B, dia memilih untuk membuka toko sendiri. Dia terpaksa untuk menggunakan sisa tabungan terakhirnya sekitar Rp 50 juta.

Itu menjadi perjudian baginya, sebab uang segitu hanya cukup untuk membeli peralatan mulai dari produksi hingga toko. Akhirnya dia memilih untuk numpang di sebuah tempat makan. Kebetulan ada gudang kecil tak terpakai di kawasan tempat makan itu.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Simak juga Video: Peluang Usaha di Tahun 2021

[Gambas:Video 20detik]