Setali Indonesia, Sulap Limbah Fesyen Jadi Produk Bernilai Jual

Atta Kharisma - detikFinance
Selasa, 14 Des 2021 12:00 WIB
BRI
Foto: dok. BRI
Jakarta -

Permasalahan sampah tidak hanya soal plastik ataupun makanan, pakaian yang kita kenakan setiap hari, yang kemudian dibuang karena bosan atau rusak, menjadi sampah fesyen yang akhirnya bercampur dengan limbah lainnya.

Merespons fenomena tersebut, penyanyi Andien Aisyah bersama dengan beberapa rekannya menggagas Setali Indonesia, sebuah organisasi yang berupaya untuk mengurangi limbah fesyen dengan cara mendaur ulang sampah tekstil guna memperpanjang masa pakai dan menciptakan nilai tambah.

Co-Founder Setali Indonesia, Intan Anggita Pertiwie menjelaskan Setali Indonesia merupakan transformasi dari Salur, organisasi yang menyalurkan barang-barang untuk dijual kembali yang mana hasil penjualannya akan disalurkan untuk yayasan pendidikan.

Namun dalam perjalanannya, Salur menghadapi isu di mana sebagian besar barang-barang yang disalurkan tidak bisa dijual kembali. Akhirnya, Salur berpindah haluan ke pengolahan fashion waste dan berganti nama menjadi Setali Indonesia.

"Akhirnya kita ganti nama, fokus untuk ngerapihin fabric waste yang saat itu kita punya fashion waste-nya tu sebanyak 5 ton. Banyak banget. Kita akhirnya ganti nama, udah nggak relevan namanya Salur itu. Jadi kita bikin sistem, infrastrukturnya dibenerin, ganti nama jadi Setali Indonesia," ungkap Intan dalam keterangannya, Senin (13/12/2021).

Baju yang didaur ulang diperoleh dari donasi. Orang-orang yang ingin menyumbangkan baju bekas mereka dapat memilih untuk mengirim langsung atau mendatangi dropbox terdekat dan ditaruh di sana. Baju-baju tersebut kemudian akan dicek kualitasnya, apakah dapat dicacah untuk dibuat menjadi barang-barang yang lebih berguna atau tidak.

Intan menjelaskan Setali Indonesia lebih bergerak sebagai recycling artist ketimbang sebagai sebuah brand. Artinya, jika orang-orang ingin mempunyai produk dari Setali Indonesia, mereka harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan artis mana yang mereka suka produknya.

"Kita itu bukan brand, lebih ke recycling artist. Jadi kalau misalkan mereka pingin punya produk dari kita, itu berarti memang harus konsultasi sama artis mana yang kamu lebih suka produknya. Tapi si artisnya itu harus punya portofolio yang bagus-bagus banget," tandasnya.

Intan pun mengatakan Setali Indonesia tidak menutup kemungkinan untuk orang-orang yang tertarik dengan daur ulang fesyen bergabung dengan Setali Indonesia. Caranya adalah dengan mulai mengikuti workshop yang digelar oleh Setali Indonesia.

"Ikut workshop, ketika ikut satu kali workshop kan berarti punya portofolio. Yang nanti juga terus-terusan berkarya, dengan terus-terusan berkarya kan ketahuan nih portofolionya udah penuh bisa jadi artist recycling," pungkasnya.

Perbincangan mengenai Setali Indonesia merupakan bagian dari acara coaching clinic UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2021 yang diadakan oleh BRI untuk meningkatkan eksistensi UMKM Indonesia hingga kancah internasional.



Simak Video "Jokowi: Jangan Lagi Ada Akses Kredit yang Sulit untuk UMKM!"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ang)