Pantang Menyerah, Ismi 'Mbak Tul' Kini Sukses Berkat Roti Bekatul

Dea Duta Aulia - detikFinance
Kamis, 31 Mar 2022 14:34 WIB
Mbak Tul
Foto: Pribadi

Prestasi Super Roti

Kesuksesan Mbak Tul dan roti bekatulnya tak hanya terlihat dari semakin luasnya jaringan pemasaran Super Roti. Berkat kegigihannya, Ismi tercatat pernah meraih berbagai penghargaan bergengsi seperti Peserta Terbaik Wirausaha Inovatif Berbasis Sosial dan Lingkungan INOTEK dari Sampoerna Untuk Indonesia 2015, Pemenang 1 Inspiring Womenpreneur Competition 5th 2015, Pemenang 3 DBS BIG Creative Business Challenge 2016, Pemenang Bantuan Insentif Permodalan (BIP) BEKRAF 2017, Pemenang 3 IKM AWARD Kota Semarang 2018, dan Kejuaraan Festival Sampoerna untuk UMKM 2020.

Keberhasilan ini tak membuat Ismi larut. Ia tetap aktif dan antusias berbagi ilmu soal pengalamannya membesarkan Super Roti melalui webinar dan berbagai talkshow.

"Aktif membagikan ilmu melalui pembelajaran bersama semua kalangan dari ibu rumah tangga, pelaku usaha, hingga siswa di sekolah kejuruan yang diberikan secara gratis," kata dia.

Selain itu, ia juga tak berhenti menambah wawasan dan pengetahuan terkait pengembangan usaha. Ismi aktif dalam berbagai kegiatan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) yang merupakan bagian dari payung program Sampoerna Untuk Indonesia dari PT HM Sampoerna Tbk.

Menurut dia, mengikuti berbagai pelatihan yang diselenggarakan SETC membuatnya mengetahui soal digital marketing, inovasi, hingga cara menjawab berbagai tantangan bisnis pada masa yang akan datang.

Bahkan, ia telah membuat inovasi baru yaitu roti berbahan dasar biji nangka dan kedelai.

"Langkah tersebut telah dilakukan dengan menghasilkan roti berbahan tepung biji nangka dan kedelai yang bahan bakunya berasal dari petani lokal," kata Ismi.

Sekilas Tentang SETC

Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) merupakan perwujudan tanggung jawab sosial PT HM Sampoerna Tbk. di bawah payung program Sampoerna Untuk Indonesia.

Melalui SETC, Sampoerna mendukung upaya pemerintah mengakselerasi pertumbuhan ekonomi terhadap pemberdayaan dan pembangunan kapabilitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia. Pembinaan UMKM SETC dilakukan melalui pelatihan kewirausahaan terpadu yang meliputi hard skill maupun soft skill di bidang budidaya pertanian, peternakan, dan keterampilan lainnya.

Selain pelatihan, SETC juga memfasilitasi riset terapan, pendampingan dan jejaring pasar, konsultasi usaha, serta jejaring UMKM.

SETC yang diresmikan pada Maret 2007 tersebut dilengkapi fasilitas untuk mendukung pengembangan kewirausahaan antara lain ruang pelatihan dan pertemuan, laboratorium kultur jaringan, area untuk ternak, perikanan dan penelitian, serta penginapan.

Pada Maret 2022, SETC telah memasuki usianya yang ke-15 tahun. Selama kurun waktu tersebut, SETC telah menjangkau pelaku UMKM di lebih dari 100 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dan memberi pelatihan kewirausahaan bagi lebih dari 56.000 peserta.


(ncm/ega)