Saatnya Jadi Bos

Modal Rp 250 Ribu, Arsitek Ini Sukses Jadi Juragan Kue Semprong

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 30 Apr 2022 16:30 WIB
Victor Tawari dan Jessica Pricilia pengusaha Loves Semprong
Foto: Dok. Loves Semprong
Jakarta -

Kue Semprong biasanya muncul di Hari Raya Idul Fitri sebagai kudapan bersama keluarga. Rasanya yang enak dan krispi membuat banyak orang yang menyukai kue kering ini.

Hal ini menjadi peluang usaha yang ditangkap oleh pasangan suami istri Victor Tawari dan Jessica Pricilia. Meskipun keduanya bukan berlatar belakang kuliner melainkan lulusan IT dan arsitektur, keduanya kini sukses menjadi produsen semprong dengan produksi 200 ribu toples sebulan.

Victor mengungkapkan dia bersama Jessica membangun bisnis kue semprong ini pada 2012 lalu. Saat itu mereka masih kuliah dan pacaran.

Saat awal berdiri usahanya tidak langsung pesat. Mereka paling banyak hanya mampu menjual 10 toples. Masih tidak menutupi biaya produksi. Namun saat itu mereka masih membuat kue-kue ini di rumah orang tua Jessica atau di rumah orang tua Victor.

Mereka memilih Loves Semprong dan menjual dari mulut ke mulut sampai menyebar brosur kue tersebut. Kadang mereka juga mengirimkan sendiri kue-kuenya kepada pembeli.

Awalnya, Victor pernah membantu kakaknya di Belitung memproduksi semprong. "Saya coba kok ini enak dan gurih. Nah dari situlah kami kepikiran untuk memulai jualan semprong ini. Kami dari dulu tidak pernah malu dan gengsi jualan kue semprong ini," kata Victor, Jumat (29/4/2022).

Dalam menjalankan usaha, Victor dan Jessica juga menemui suka duka. Dia pernah tak bisa bayar parkir saat mengantarkan kue-kuenya untuk pembeli.

Apalagi banyak orang yang mencibir dan meremehkan karena mereka lulusan IT dan arsitek malah jualan kue semprong tak sesuai dengan jurusan. Victor dan Jessica memilih untuk tidak peduli dan fokus pada usahanya.

Victor Tawari dan Jessica Pricilia pengusaha Loves SemprongVictor Tawari dan Jessica Pricilia pengusaha Loves Semprong Foto: Dok. Loves Semprong

Pada 2017, keduanya menikah. Omzet penjualan semprong juga masih tak bergerak signifikan. Akhirnya Victor sempat menjadi driver online demi mendapat penghasilan tambahan.

"Saat kami punya bayi, saya pikir untuk kembali fokus menekuni usaha kami dan mengembangkan kue semprong ini saja," jelas dia.

Usaha mereka pelan-pelan mulai menanjak setelah memaksimalkan media sosial seperti Instagram untuk promosi penjualan. Apalagi tahun 2020 ketika pandemi melanda, omzet penjualan mereka terus melesat.

"Akhirnya kami putuskan pindah produksi dengan menyewa tanah di sini (lokasi Gudang Cipondoh Kota Tangerang) untuk pabrik kue semprong," jelas dia.