Saatnya Jadi Bos

PNS Kemenkeu Banting Setir Bisnis Mainan Anak, Tembus AS hingga Eropa

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 27 Mei 2022 10:29 WIB
Littlemonq
Foto: Littlemonq (Istimewa/Littlemonq)
Jakarta -

Dian Rizki Hidayati, wanita berdomisili Lampung bisa dibilang tak sengaja membangun bisnis. Namun, bisnis yang dibangun tanpa sengaja itu justru kini menghasilkan omzet hingga ratusan juta per bulannya.

Dian membangun bisnis mainan edukasi anak bernama Littlemonq sekitar Februari 2020, atau persis sebelum pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Sebelum terjun ke bisnis, Dian mengaku tengah tertarik dengan pendidikan anak usia dini. Apalagi, pada tahun 2019 anaknya berusia 1 tahun.

"Jadi aku ikutan banyak seminar-seminar, baca-baca artikel, ikutan pelatihan montessori. Montessori kaya metode pendidikan anak usia dini," terangnya kepada detikcom seperti ditulis Kamis (26/5/2022).

Untuk menunjang metode pendidikan anak itu, Dian membeli mainan anak-anak. Kebetulan, mainan untuk mendukung metode pendidikan montessori kebanyakan dari luar negeri alias impor.

"Akhirnya nyarinya dari luar, impor dari luar negeri, merek-merek yang direkomendasiin," ujarnya.

Dian memang sempat menemukan mainan buatan lokal yang juga bagus untuk perkembangan anak. Tetapi, kebanyakan kualitasnya kurang baik, masih banyak sisi dan sudut yang tajam, serta kayunya kurang halus.

Setelah membeli berbagai mainan dari luar, kemudian terbesit dalam pikiran Dian untuk membuat mainan itu sendiri. Kebanyakan mainan ini terbuat dari kayu, tapi memiliki standar tersendiri.

"Setelah membeli dari luar untuk anakku, aku kepikiran bikin sendiri. Cari-cari perajin kayu yang bisa bikin mainan kayu, aku desain dulu, aku kasih, 'Bisa nggak bikin seperti ini, tapi nggak usah diwarnain, yang warnai saya sendiri'," terangnya.

LittlemonqLittlemonq Foto: Littlemonq (Istimewa/Littlemonq)

Diakuinya, mencari perajin yang cocok bukan perkara mudah. Ada yang menolak karena kemungkinan terlalu kecil ukurannya ataupun terlalu detil.

Namun, Dian akhirnya menemukan perajin yang mau menggarap proyeknya. Setelah kayu itu dibentuk, Dian menerima mainan itu dalam wujud tanpa pewarna. Berikutnya, ia warnai sendiri dan hasilnya mendekati mainan yang dibeli dari luar tersebut.

Setelah itu, ide bisnis pun muncul. Ternyata, produk yang ia hasilkan bisa terjual.

"Setelah itu aku kepikiran apa aku coba jual. Ya udah dicoba jual, ternyata bisa dijual," imbuhnya.

LittlemonqLittlemonq Foto: Littlemonq (Istimewa/Littlemonq)

Modal awal yang dikucurkan Dian sekitar Rp 10 juta. Modal itu ia gunakan di antaranya untuk membeli kayu dan pewarna. Ia tidak membeli alat-alat banyak karena bermitra dengan perajin.

Dalam pemasaran, ia memanfaatkan sejumlah jaringan toko online antara lain website di www.littlemonq.com, Tokopedia di Littlemonq dan Shopee di Littlemonq. Produk yang dijual pun beragam harganya, dari yang paling murah Rp 29.900 hingga yang paling mahal Rp 1,6 juta.

Bisnis yang baru berumur 2 tahun ini terhitung berkembang cepat. Bagaimana tidak, mainan-mainan tersebut sudah terbang ke berbagai negara dari Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Luxemburg hingga Australia.

Pada tahun lalu saja, penjualan ekspor mendominasi dengan porsi sampai 60% dan sisanya domestik. Di tahun lalu juga, dia mengantongi rata-rata omzet Rp 100 juta per bulan.

LittlemonqLittlemonq Foto: Littlemonq (Istimewa/Littlemonq)

Sejalan dengan berkembangnya bisnis, Dian melepas pekerjaannya sebagai PNS di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Desember 2021. Dian sendiri diangkat sebagai PNS Kemenkeu pada November 2014.

Selain fokus bisnis, Dian rela melepas posisinya sebagai PNS supaya memiliki waktu yang fleksibel dan bisa fokus mengurus anak.

Tonton juga Video: Kisah Pejuang Hati, Pengorbanan Ibu untuk Anak Atresia Bilier

[Gambas:Video 20detik]




(acd/dna)