×
Ad

Warga Pesisir Beralih dari Melaut ke Budidaya Ikan, Panen Tiap 4-6 Bulan

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Minggu, 07 Jun 2026 16:53 WIB
Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga
Jakarta -

Masyarakat pesisir di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau mulai mengembangkan budidaya ikan nila dengan sistem bioflok sebagai alternatif sumber penghasilan. Program ini hadir di tengah tantangan yang dihadapi nelayan, mulai dari cuaca yang tidak menentu hingga keterbatasan sarana perikanan.

Melalui budidaya ikan nila berbasis bioflok, warga dapat memanen ikan dalam waktu sekitar 4-6 bulan. Selain menjadi sumber pangan, hasil budidaya juga dapat dijual untuk menambah pendapatan keluarga.

Program tersebut didukung pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 4,4 kWp. Keberadaan PLTS disebut mampu menghemat biaya listrik hingga Rp 9,3 juta per tahun serta mengurangi emisi karbon sebesar 5,52 ton CO₂ per tahun.

Selain di Riau, upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat juga dilakukan di Sumatera Utara melalui program Siantar Habonaron yang dijalankan di wilayah kerja Fuel Terminal Pematang Siantar.

Program ini memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk kegiatan pertanian terpadu. Warga mengembangkan peternakan ayam petelur, menanam sayuran, serta mengelola limbah organik dan maggot dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Telur dan sayuran yang dihasilkan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sementara itu, kotoran ayam digunakan sebagai media tanam dan sisa makanan rumah tangga diolah menjadi pakan maggot yang kemudian dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak.

Salah satu anggota Kelompok Habonaron, Asih, mengaku merasakan manfaat dari program tersebut.

"Sejak adanya bantuan dari Pertamina Patra Niaga, kebutuhan sarapan anak saya menjadi terpenuhi dari hasil ternak ini," ujarnya.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, mengatakan ketahanan pangan dapat dibangun melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

"Pertamina Patra Niaga meyakini bahwa ketahanan pangan dapat dibangun melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Karena itu, kami terus menghadirkan program-program yang mengoptimalkan potensi lokal, mendorong kemandirian ekonomi, serta menciptakan manfaat sosial dan lingkungan," kata Roberth.

Menurutnya, program yang dijalankan perusahaan diarahkan untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah sekitar operasional perusahaan.




(fdl/fdl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork