Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 01 Mar 2019 11:05 WIB

Cerita Jokowi Rintis Usaha dari Nol

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan pengalamannya saat merintis usaha dari nol hingga menjadi sukses seperti sekarang ini.

Dia menceritakan di hadapan para kreditur program pembiayaan ultra mikro (UMi) di Pasar Sentral Gorontalo, Jumat (1/3/2019).

"Saya dulu mulai usaha seperti bapak ibu, jangan dipikir tahu-tahu usaha gede," kata Jokowi.


Para kreditur program UMi ini sejatinya pelaku usaha yang selama ini sulit mendapatkan akses pembiayaan. Adapun, lewat program UMi ini nantinya pelaku usaha akan dapat meminjam maksimal Rp 10 juta.

"Saya lahir di pinggir kali, sudah tahu? Ya jadi berusaha itu benar-benar dari nol dan pinjam, tapi disiplin ngangsurnya," ujar dia.

Pada kesempatan ini juga Presiden Jokowi menyempatkan berdialog bersama para kreditur program Ultra Mikro (UMi) yang di kelola oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP) di bawah Kementerian Keuangan.

Jokowi mengatakan, program UMi ini diberikan kepada kelompok usaha bawah agar mampu meningkatkan kapasitas usahanya.

"UMi itu ultra mikro ini diberikan, dipinjamkan kepada ibu bapak dalam rangka untuk meningkatkan penjualan omzet barang yang diproduksi dan dijual," ujar dia.


Salah satu kreditur yang sudah memanfaatkan UMi adalah Nining yang merupakan penjual kue di Bone Bulango. Nining menceritakan bahwa telah meminjam dana Rp 7 juta dan digunakan untuk meningkatkan kapasitas dagangannya.

"Dulu produksinya 50 biji, sekarang bisa 200 biji, ada juga yang dititip di warung," kata Nining.

Hanya saja, peningkatan kapasitas produksi usahanya dinilai Jokowi belim maksimal. Menurut dia, sebelum mendapatkan dana pinjaman bisa lebih dulu direncakan untuk memenuhi keperluan yang mampu membesarkan bisnisnya.

"Hati-hati ini uang pinjaman, itu harus angsur, disiplin mencicil, kalau bisa naik lagi kelasnya, harusnya bisa punya toko sendiri, arahnya ke sana," kata Jokowi.

Jokowi mengungkapkan, banyak masyarakat atau kelompok usaha yang salah perhitungan memanfaatkan dana pinjaman program pemerintah. Harusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas usahanya, tapi faktanya sebagian dananya dipakai untuk hal-hal produktif.

"Harus hati-hati ini pinjam lho, di provinsi lain banyak yg berkembang dan diarahkan ke KUR," ujar dia. (hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com