Kisah Inspiratif

Belajar dari Perang Vietnam, Letnan Marinir Muda Sukses Dirikan FedEx

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 15 Des 2020 06:46 WIB
FILE- In this April 18, 2017, file photo, a FedEx cargo plane sits idle during the day at Richmond International Airport in Sandston, Va. FedEx says one of its pilots was detained in China after an item was found in his luggage before he boarded a commercial flight. The company said Thursday, Sept. 19, 2019 the pilot was later released, and it is working with Chinese authorities to understand what happened at the airport in Guangzhou, in southern China.(AP Photo/Steve Helber, File)
Foto: AP Photo/Steve Helber, File
Jakarta -

Frederick W. Smith merupakan sosok kunci di balik kesuksesan Federal Express alias FedEx. Siapa sangka kesuksesannya itu berawal dari perang Vietnam.

Mengutip Achievement, Smith lahir di Memphis, Tennessee. Keluarga Smith adalah keluarga kaya, tetapi ayah Frederick meninggal ketika dia baru berusia empat tahun, dan anak lelaki yang sedang tumbuh itu harus bergantung pada bimbingan ibu dan pamannya.

Saat kuliah di Universitas Yale, Fred Smith menulis makalah tentang perlunya layanan pengiriman dalam semalam yang andal. Profesornya menganggap idenya itu mustahil. Dia bahkan mendapatkan nilai C untuk idenya itu. Namun idenya itu tetap dia simpan di otaknya.

Setelah lulus, Smith mendaftar di Korps Marinir dan menjalani dua tugas militer di Vietnam. Sebagai anak orang kaya yang berpendidikan di Yale, Letnan Smith harus menyesuaikan diri terhadap realitas perang. Namun ada satu nasihat dari seorang sersan Marinir yang selalu dia ingat. "Hanya ada tiga hal yang harus Anda ingat: tembak, bergerak, dan berkomunikasi."

Saat berada di militer, letnan muda ini ternyata mengamati prosedur pengadaan dan pengiriman barang militer dengan sangat hati-hati. Dia sangat tertarik dengan hal itu.

Smith bertekad ingin mewujudkan mimpinya tentang bisnis logistik dengan jaringan luas yang menjamin pengiriman sampai dalam semalam. Smith mendapat kesempatan ketika dia telah menyelesaikan wajib militer dan dia memulai bisnis pengiriman ekspresnya pada tahun 1971.

"Saya ingin melakukan sesuatu yang produktif setelah meledakkan begitu banyak hal," kata Smith.

Pengusaha muda itu pun berhasil mengumpulkan modal sekitar US$ 80 juta untuk mendirikan Federal Express, atau yang saat ini lebih dikenal sebagai FedEx. Bisnis jasanya itu dimulai dengan pengiriman paket kecil dan dokumen.

Pada malam pertama beroperasi, perusahaannya sudah mengoperasikan armada yang terdiri dari 14 pesawat dengan 186 paket. Di dua tahun pertama, bisnisnya rugi US$ 27 juta. Perusahaan pun di ambang kebangkrutan.

Smith hampir kehilangan seluruh modalnya yang dia dapat dari berbagai pihak, mulai dari investor hingga uang saudaranya sendiri. Tetapi Smith ternyata berhasil menegosiasikan kembali pinjaman banknya dan mampu menjaga perusahaan tetap bertahan.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2