Kisah Inspiratif

Pencipta Ethereum Kini Jadi Miliarder Kripto Termuda di Dunia!

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 04 Mei 2021 17:07 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 25: In this photo illustration of the litecoin, ripple and ethereum cryptocurrency altcoins sit arranged for a photograph beside a smartphone displaying the current price chart for ethereum on April 25, 2018 in London, England. Cryptocurrency markets began to recover this month following a massive crash during the first quarter of 2018, seeing more than $550 billion wiped from the total market capitalisation. (Photo by Jack Taylor/Getty Images)
Foto: Jack Taylor/Getty Images
Jakarta -

Salah satu pelopor blockchain Ethereum bernama Vitalik Buterin kini menjadi miliarder kripto termuda di dunia. Pria yang baru berusia 27 tahun tersebut diuntungkan berkat kenaikan harga Ethereum pada Senin (3/5) pagi kemarin. Saat itu, harga Ethereum atau Ether (ETH) melonjak hingga mencapai nilai lebih dari US$ 3.000 setara Rp 43,14 juta (kurs Rp 14.383/US$) atau naik hingga 325% sejak awal tahun.

Buterin sendiri tercatat memiliki 333.520 ETH senilai US$ 1,09 miliar setara Rp 15,67 triliun dengan harga Ether US$ 3.278 per Senin pukul 13.30 kemarin.

Dikutip dari Forbes, Selasa (4/5/2021), kini kapitalisasi pasar Ethereum mencapai US$ 376 miliar, kedua terbesar setelah Bitcoin yang bernilai US$ 1,08 triliun. Nilai Ether telah melonjak sejak awal tahun 2021 lalu, sebagian besar karena meningkatnya popularitas aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang berperan sebagai menggantikan perantara keuangan tradisional seperti bank dan perusahaan asuransi.

Menurut agregator data DeFi Pulse, lebih dari US$ 72 miliar ada di aplikasi tersebut, kebanyakan di antaranya disalurkan pada blockchain Ethereum. Meski sedang naik daun, Ethereum juga masih harus menghadapi beberapa saingan lain seperti Binance Smart Chain (BSC). Kripto satu ini telah memproses rata-rata lebih dari 8 juta transaksi setiap hari sejak akhir April lalu. Selain itu, blockchain terkemuka lainnya ada Algorand, Cardano, Polkadot, dan Solana.

Untuk diketahui, Buterin merupakan seorang pemuda kelahiran 1994 dari Kota Kolomna, tepat di luar Moskow. Dia kemudian pindah ke Kanada bersama keluarganya dan dibesarkan di Toronto.

Sebelum meluncurkan Ethereum, pada tahun 2021, ketika ia masih berusia 18 tahun, Buterin pernah mendirikan Majalah Bitcoin dengan mihai Alisie yang kemudian bergabung dengan Buterin dalam mendirikan Ethereum.

Pada 2014, Buterin dianugerahi Thiel Fellowship yang bergengsi yang menawarkan beasiswa US$ 100.000 bagi pemuda di bawah usia 23 tahun untuk mengejar minat di luar dunia akademis. Beasiswa ini didanai oleh miliarder Peter Thiel, investor awal di Facebook dan lulusan Universitas Stanford.

Setahun kemudian, pengusaha Rusia-Kanada dan tim pengembang lainnya meluncurkan Frontier yang mereka sebut 'implementasi barebone dari proyek Ethereum'.

Minggu lalu, Buterin tercatat menyumbangkan sekitar US$ 600.000 dalam bentuk token Ether dan Maker (MKR) sebagai dana bantuan COVID-19 untuk India. Namun, Buterin enggan memberi komentar terkait hal tersebut.

Tonton juga Video: Amankah Jual Beli BitCoin?

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)