ADVERTISEMENT

Kisah Inspiratif

Kisah Azim Premji, Pengusaha Muslim yang Hobi Beramal

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 08 Apr 2022 03:15 WIB
Azim Premji, chairman of Wipro Ltd., poses for a photograph following a television interview in Davos, Switzerland, on Wednesday, Jan. 25, 2012. The 42nd annual meeting of the World Economic Forum will be attended by about 2,600 political, business and financial leaders at the five-day conference. Photographer: Simon Dawson/Bloomberg via Getty Images
Azim Premji/Foto: Getty Images
Jakarta -

Azim Premji merupakan salah satu pengusaha muslim terkaya di India, bahkan dunia. Forbes mencatat, Azim Premji memiliki kekayaan bersih US$ 9,8 miliar atau Rp 140,14 triliun (kurs Rp 14.300). Hal itu menempatkannya pada posisi ke-18 orang terkaya di India dan ke-206 di dunia.

Meski kaya raya, ia tak lupa terhadap sesama. Ia merelakan sebagian besar hartanya untuk amal. Lewat yayasannya, ia juga turut berkontribusi di bidang pendidikan.

Kesuksesan Azim Premji sendiri tak diraih secara kilat. Jalan panjang dan penuh lika-liku ia lewati untuk bisa sampai di posisinya yang sekarang.

Dikutip dari Investopedia, Jumat (8/4/2022), kekayaan pria kelahiran 24 Juli 1945 ini berasal dari Wipro Limited. Sementara, Wipro lahir dari Western Indian Vegetable Product Ltd yang merupakan perusahaan yang didirikan sang ayah, Mohamed Premji pada 1945.

Azim menyelesaikan sekolahnya di Mumbai dan kemudian melanjutkan studinya teknik elektro di Stanford Unversity Amerika Serikat (AS) pada 1966. Namun, nasib malang menimpanya. Sang ayah meninggal secara tiba-tiba dan ia pun harus kembali ke India.

Pada usia 21 tahun, ia menjadi penerus ayahnya di tengah pergolakan para pemegang saham. Namun, ia mampu mengembangkan perusahaan dan memperluas bisnisnya ke silinder hidrolik, sabun dan produk penerangan. Pada tahun 1977, ia mengganti nama perusahaan menjadi Wipro.

Wipro masuk ke bidang teknologi informasi (TI) pada 1980 setelah IBM menarik diri dari negara tersebut. Perusahaan memulai dengan mengembangkan mikrokomputer berdasarkan perjanjian berbagi teknologi degan Sentinel Computers berbasis di AS. Selanjutnya, ia mengembangkan perangkat lunak untuk melengkapi operasi perangkat keras.

Bisnis Azim mengalami lompatan pada 1990-an. Setelah deregulasi ekonomi India pada tahun 1991, Wipro melakukan diversifikasi lebih lanjut ke dalam pembuatan lampu, peralatan medis dan diagnostik hingga perangkat keras TI seperti printer dan scanner. Ia juga masuk ke bisnis layanan TI pada tahun 1990-an dan yang pertama bereksperimen dengan layanan TI offshore.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT