Kisah Abdurrahman bin Auf: Sahabat Nabi yang Kaya dan Tak Lelah Bersedekah

ADVERTISEMENT

Kisah Inspiratif

Kisah Abdurrahman bin Auf: Sahabat Nabi yang Kaya dan Tak Lelah Bersedekah

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Rabu, 06 Apr 2022 03:30 WIB
Inspirasi Sahabat Nabi
Ilustrasi sahabat nabi/Foto: Ilustrasi: MIndra Purnomo
Jakarta -

Abdurrahman bin Auf adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, yang memiliki harta yang melimpah. Hartanya itu, Ia dapatkan dari kemahirannya dalam berdagang.

Hal itu terbukti kalau dirinya sedang melakukan kegiatan menjual dan membeli. Tidak perlu waktu yang lama, Ia pun terkadang sudah berhasil mendapatkan keuntungan dari perdagangannya itu.

Abdurrahman bin Auf dilahirkan di Mekkah pada tahun ke-10 tahun Gajah, tepatnya pada tahun 581 M. Umurnya lebih muda dari Rasulullah, demikian dikutip dari buku berjudul 'Dahsyatnya Ibadah, Bisnis, dan Jihad Para Sahabat Nabi yang Kaya Raya' oleh Ustadz Imam Mubarok bin Ali.

Pada masa jahiliah nama asli Abdurrahman bin Auf adalah Abdu Amru. Kemudian Rasulullah menggantinya menjadi Abdurrahman. Ia mendapatkan hidayah dari Allah SWT, dua hari sesudah Abu Bakar ash-Shiddiq masuk Islam. Seperti orang-orang yang pertama masuk Islamlainya, Ia pun tak luput dari siksaan dan tekanan dari kamu kafir Quraisy.

Ketika Rasulullah hendak hijrah ke kota Madinah, Abdurrahman termasuk orang yang menjadi pelopor untuk mengikuti ajakan hijrah Rasulullah itu. Di Madinah, Rasulullah banyak mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshar.

Layaknya para Muhajirin lainya, Ia pun meninggalkan seluruh hartanya di Mekkah. Sehingga, setibanya di Madinah Ia tidak memiliki apapun.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah telah mempersaudarakan Abdurrahman dengan Sa'ad bin al-Rabi' al-Anshari tatkala tiba di Madinah.

Kemudian, Sa'ad berkata kepadanya, "Saudaraku! Saya adalah salah seorang penduduk Madinah yang mempunyai banyak harta. Maka, pilihlah dan ambillah! Saya juga memiliki dua orang istri, lihatlah salah satunya yang menarik hatimu, sehingga saya bisa mentalakanya untukmu."

Abdurrahman bin Auf menjawab, "Semoga Allah memberkatimu pada hartamu dan keluargamu. Akan tetapi, tunjukkanlah letak pasarmu."

Maka, ditunjukkanlah pasar tersebut, sehingga Ia pun bisa berdagang. Di tengah kemiskinannya itu juga, kreativitas Abdurrahman muncul. Ia meminta tolong kepada saudara barunya itu, untuk membeli tanah kurang berharga yang terletak di samping tanah sebuah pasar.

Kemudian, tanah tersebut Ia petak-petakan secara baik. Lalu, siapa pun boleh berjualan di tanah itu tanpa membayar sewa. Apabila dari pedagang itu ada keuntungan, Ia menghimbau mereka untuk memberikan bagi hasil seikhlasnya.

Lanjut ke halaman berikutnya



Simak Video "Moorissa Tjokro: Berpikir Kritis Jadi Keterampilan yang Wajib Diasah"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT