ADVERTISEMENT

Kisah Inspiratif

Kisah Nabi Sulaiman yang Pakai Hartanya di Jalan Allah

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Rabu, 13 Apr 2022 05:30 WIB
Ilustrasi koin emas
Ilustrasi/Foto: Istock
Jakarta -

Harta, tahta, dan wanita. Dalam Islam, ketiganya merupakan perhiasan kehidupan dunia. Umat muslim diperingatkan agar tidak terlena dengan ketiganya.

Namun, hal itu kerap diabaikan, dari segi harta misalnya, baru mendapatkan uang sedikit acap kali membuat lupa diri. Seolah-olah lupa kalau rezeki yang didapat itu bersumber dari Allah.

Contohlah Nabi Sulaiman, seorang nabi yang terkenal akan kekayaannya juga tahtanya, tapi mempunyai hati yang zuhud. Ia menggunakan harta dan tahtanya untuk bertakwa kepada Allah.

Nabi yang dikenal raja untuk segala makhluk, karena tidak hanya merajai manusia, tapi juga binatang serta makhluk gaib ini sadar, kekayaan itu bukan untuk dihamburkan melainkan untuk digunakan di jalan Allah.

Makanya di balik doanya yang termaktub dalam surat Sad ayat 35 terdapat tujuan mulia. Adapun doa itu adalah "Ia (Sulaiman) berkata, 'Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun sesudahku."

Muhammad Gufron Hidayat dalam Buku Rahasia Kekayaan Nabi Sulaiman Amalan-Amalan Pelimpah Rezeki Nabi Sulaiman menjelaskan maksud ayat itu adalah keinginan Nabi Sulaiman untuk memiliki kerajaan yang luar biasa bertujuan memudahkan penyebaran dakwah di muka bumi.

Nabi Sulaiman sama sekali tidak cinta pada kekuasaan menunjukkan kesombongan. Dianugerahi kerajaan dan kekayaan melimpah, Nabi Sulaiman tak lupa bersyukur. Dia selalu memohon kepada Allah agar menjadi hamba yang pandai bersyukur.

Doa Nabi Sulaiman di halaman berikutnya.

Berikut ini doa Nabi Sulaiman agar dijadikan hamba yang pandai bersyukur seperti tercantum dalam Surah An-Naml Ayat 19:

"Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh."

Kekayaan bisa mempermudah dalam beribadah, sedangkan kemiskinan dapat mendekatkan pada kekufuran. Orang kaya bisa bersedekah dan membangun sarana ibadah untuk kepentingan umat manusia. Kekayaan bukan suatu hal yang negatif, tapi bisa menjadi saran penghambaan kepada Allah.

Dilansir Islam itu Indah, Ustaz Nur Maulana mengatakan tidak ada orang yang mampu menyamai kekayaan Nabi Sulaiman. Baik sebelum Nabi Sulaiman lahir sampai Nabi Sulaiman wafat, belum ada yang kekayaannya sebanding.

"Kalau mau saya jabarkan secara singkat, satu kilo halaman rumahnya Nabi Sulaiman itu emas. Di mana ada sultan seperti ini?," katanya.

Dia menggambarkan, rumah Nabi Sulaiman lantainya terbuat dari kaca yang di bawahnya terdapat ikan-ikan. "Sampai Ratu Balqis waktu itu diceritakan sampai mengangkat gaunnya dikira itu air. Itu luar biasa. Masyaallah," tambahnya.

Nabi Sulaiman, menurutnya, diberikan kemuliaan dengan kekayaan dan jabatan yang luar biasa karena ia adalah seorang raja. Ia menjadi pemimpin kerajaan Bani Israil setelah ayahnya, Nabi Daud wafat.

"Bahkan beliau itu memiliki kekuatan yang luar biasa, yakni bersyukur atas nikmat dari Allah sehingga Nabi Sulaiman itu mengucap rasa syukur, meminta ampun, dan memohon rahmat," tutur dia.

Firman Allah SWT dalam Al-Quran surat Sad ayat 30 menyampaikan "Dan kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)."

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT