ADVERTISEMENT

Dulu Serba Susah, Pengusaha Asal Suriah Kini Masuk Daftar Orang Terkaya Dunia

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 19 Jul 2022 07:00 WIB
Mohed Altrad
Foto: Dok. Forbes
Jakarta -

Kesuksesan tidak diraih dengan cara instan. Butuh perjuangan panjang untuk mendapatkan kesuksesan tersebut. Kisah inspiratif itu setidaknya yang dialami Mohed Altrad.

Mohed merupakan pengusaha yang menyediakan jasa konstruksi dan pemeliharaan di bawah bendera Altrad Group. Forbes mencatat, kekayaan Altrad US$ 3,1 miliar dan menempatkannya di posisi 883 orang terkaya di dunia.

Kehidupan Altrad saat ini sangat jauh dengan kehidupannya di masa lalu. Pria asal Suriah mengalami kehidupan yang keras dari kecil.

Ia lahir dari hubungan yang tidak diinginkan. Ibunya bahkan meninggal saat ia masih balita. Ia juga kesusahan mencari makan saat kecil.

"Ibu saya dilecehkan sejak usia 12 tahun dan diperkosa dua kali oleh kepala suku. Pertama kali, dia melahirkan saudara laki-laki saya, yang kemudian dibunuh. Yang kedua kalinya, itu aku yang dilahirkan ke dunia ini," kata Altrad dalam sebuah artikel yang dikutip dari global-citizen.com.

Mohed Altrad bahkan tak tahu tanggal lahirnya secara pasti. Tak ada satu pun dokumen yang bisa memastikan kapan dia lahir. Kemudian dengan cara mengundi, dia pun memilih 9 Maret 1948 sebagai tanggal lahirnya.

Altrad sempat tinggal bersama neneknya. Kemudian, ia diadopsi kerabat jauh dan tinggal di dekat Raqqa, Suriah. Di sana, Altrad mengenyam bangku pendidikan, menyelesaikannya hingga menerima beasiswa dari pemerintah Suriah untuk belajar di luar negeri.

"Saya beruntung. Saya adalah yang pertama," kata Altrad.

Singkat cerita, setelah menyelesaikan gelar sarjananya di Montpellier, dia langsung terdaftar di PhD program dalam ilmu komputer dan pindah ke Paris. Di sana, dia bekerja paruh waktu sambil belajar dan mendapatkan pekerjaan sebagai insinyur tingkat pemula dengan Compagnie Générale d'Electricité.

Pada tahun 1980 atau tak lama setelah menyelesaikan gelar PhD-nya, ia melihat sebuah lowongan pekerjaan pemerintah Abu Dhabi. Dia tertarik dengan prospek Timur Tengah dan dipekerjakan di departemen informasi dan teknologi pada Abu Dhabi National Oil Company.

Abu Dhabi memainkan bagian penting dalam kebangkitan kehidupan Altrad. Dia bekerja untuk Abu Dhabi National Oil Company sebelum mendirikan Grup Altrad.

Dia menghabiskan hampir empat tahun di Abu Dhabi bersama istri dan dua anaknya. Pekerjaannya merancang jaringan telekomunikasi untuk komunikasi antara orang-orang di anjungan minyak lepas pantai dan di darat.

Sekembalinya ke Prancis pada 1985, Altrad memutuskan untuk membeli perusahaan mesin konstruksi yang nyaris bangkrut. Walau tak tahu bagaimana bisnis baru tersebut, bersama kawan lamanya Richard Alcock yang ia kenal saat masih di Abu Dhabi, Altrad mengakuisisi 90% saham perusahaan tersebut.

Mohed Altrad cukup jeli dalam menangkap peluang bisnis. Meski hanya berjualan mesin perancah bangunan (scaffolding), Altrad akhirnya sukses hingga berhasil masuk dalam daftar orang kaya dunia.

(acd/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT