Upaya Presdir Sampoerna Beri Nilai Tambah bagi Mitra & Ekonomi Nasional

ADVERTISEMENT

Upaya Presdir Sampoerna Beri Nilai Tambah bagi Mitra & Ekonomi Nasional

Angga Laraspati - detikFinance
Selasa, 13 Sep 2022 19:46 WIB
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP), Vassilis Gkatzelis
Foto: HM Sampoerna

Secara personal, perhatian kepada UMKM tidak lepas dari pengalaman Vassilis yang juga lahir dari keluarga UMKM. Kakek dan neneknya memiliki usaha sepatu di Athena dan Vassilis kecil ikut merasakan dan melihat jatuh bangun keluarga merintis usaha.

Menurutnya, UMKM membutuhkan mitra yang membantu agar bisa bertumbuh dan memainkan peranan dalam ekosistem yang lebih luas. Tambah lagi, UMKM berkontribusi sekitar 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan kemampuan menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja.

Sampoerna juga telah membentuk program pembinaan UMKM Sampoerna Retail Community (SRC) sejak 2008 dan saat ini telah beranggotakan lebih dari 165.000 peritel yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Ia mengatakan Sampoerna membantu di hampir semua area bisnis toko kelontong. Tak heran, sekitar 50% di antaranya berhasil tumbuh menjadi lebih baik. Membantu digitalisasi toko kelontong lewat SRC pun tetap akan menjadi prioritas Sampoerna.

Selain SRC, Sampoerna juga memiliki Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) yang telah melatih lebih dari 56.000 orang untuk merintis usaha.

"Jadi, Sampoerna selalu berusaha dan berkomitmen untuk menciptakan nilai bagi ekosistem yang lebih luas," jelasnya.

Kedua, PMI dan Sampoerna telah menjadi salah satu mayor investor di Indonesia. Sejak 2005, PMI berinvestasi lebih dari US$6 miliar dengan skala bisnis yang mempekerjakan lebih dari 65.000 karyawan langsung dan tidak langsung melalui Mitra Produksi Sigaret (MPS).

Produk Sampoerna diproduksi di 44 pabrik, dengan 6 pabrik milik HMSP dan 38 milik MPS. Tidak berhenti di situ, PMI melalui Sampoerna juga telah membangun fasilitas produksi untuk batang tembakau bagi IQOS dengan merek HEETS, di Karawang, Jawa Barat, yang akan beroperasi pada akhir tahun ini.

Pabrik dengan nilai investasi US$ 166,1 juta (sekitar Rp 2,38 triliun, kurs Rp 14.334 per US$) ini, menjadi yang kedua di Asia setelah Korea Selatan. Produk tembakau inovatif bebas asap asal Karawang ini nantinya akan menambah lini produk ekspor Sampoerna.

Di samping ekspor produk, Sampoerna juga mempekerjakan sekitar 3.000 karyawan yang didedikasikan untuk memberikan jasa kepada afiliasi PMI di lebih dari 30 negara.

Ketiga, Sampoerna selalu memikirkan dan memperhatikan seluruh rantai pasok. Dalam proses bisnisnya, Sampoerna membangun dan menghidupkan rantai pasok mulai dari petani tembakau, cengkih, mitra produksi hingga lebih dari 165.000 peritel tradisional di seluruh Indonesia.

"Yang saya ingin sampaikan adalah, kami memiliki kepercayaan tinggi terhadap negara ini dan kami selalu berpikir mengenai masa depan sebagai investor di Indonesia," katanya.

Klik halaman selanjutnya >>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT