Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 02 Mei 2018 07:21 WIB

Benarkah 157 Ribu Buruh Kasar Asing Mengancam Indonesia?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
1 Buruh Kritik Serbuan TKA dan Harga Beras
Halaman 2 dari 5
Foto: Aksi May Day di Denpasar, Bali. (Nandhang-detikcom) Foto: Aksi May Day di Denpasar, Bali. (Nandhang-detikcom)

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengaku resah akan adanya serbuan tenaga kerja asing (TKA) kasar terutama asal China. Apalagi, dengan kebijakan pemerintah yang memberi kemudahan TKA asing masuk ke Indonesia dengan dalih meningkatkan investasi di dalam negeri.

Presiden KSPI Said Iqbal meminta pemerintah menghentikan serbuan TKA kasar asal China tersebut. Kemudian, memberikan kesempatan kerja seluas-luasnya bagi buruh Indonesia.

"Paling utama sekarang ancaman terhadap membanjirnya TKA asing unskill workers, buruh kasar dari China yang mengisi lapangan pekerjaan yang seharusnya bisa diisi buruh Indonesia," kata dia saat memperingati Hari Buruh di depan Istana Negara Jakarta, Selasa (1/5/2018).

Kemudian, dia juga meminta pemerintah menurunkan harga pangan khususnya beras. Dia menerangkan, upah rata-rata buruh di Vietnam US$ 181 per bulan. Sementara harga beras di Vietnam jika dirupiahkan Rp 4.600.

Di Indonesia sendiri, upah rata-rata beras US$ 174 per bulan. Sayangnya, harga berasnya tiga kali lipat dari Vietnam.

"Harga beras tiga kali lipat dari Vietnam, adil apa tidak?" ujar dia di depan massa buruh.

Bukan hanya itu, dia pun mengeluhkan tarif listrik dan BBM yang terus mengalami kenaikan. Menurutnya, hal itu menggerus daya beli buruh.

"Upahnya naik nggak? Upah tetap, artinya daya beli turun," kata dia.


(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com