Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 16 Jul 2018 11:59 WIB

Ekspor Juni Turun Secara Bulanan, Kepala BPS: Wajar Pasca Lebaran

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Juni 2018 naik secara year on year atau bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sayang, bila dibanding bulan Mei 2018, nilai ekspor Juni 2018 mengalami penurunan 19,80%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penurunan nilai ekspor secara bulanan adalah siklus yang wajar terjadi pasca lebaran.

"Ekspor turun dari US$ 16,21 miliar, turun menjadi US$ 13 miliar. Apa ini hal biasa? Dua tahun sebelumnya pada 2016 lebaran jatuh di Juli bisa dilihat pada Juni ekspor turun dari US$ 13,21 miliar ke US$ 9,65 miliar, jadi penurunan Juni itu suatu yang biasa pasca lebaran," kata dia di gedung BPS, Jakarta, Senin (16/7/2018).


Ada pun jenis komoditas yang mengalami penurunan nilai ekspor terutama terlihat pada barang-barang mesin hingga perlengkapan elektronik.

"Beberapa komoditas turun, kendaraan dan, mesin dan peralatan listrik, mesin-mesin dan pesawat mekanik," sebutnya.

Suhariyanto menambahkan, nilai ekspor migas naik 34,79%. Kenaikan ini terjadi karena nilai hasil minyak, gas, dan minyak mentah mengalami kenaikan. Sementara sektor non migas naik 8,49%.

"Yang naik bahan bakar mineral, logam, dan berbagai produk kimia," tandas dia.

(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed