Follow detikFinance
Kamis, 08 Nov 2018 19:01 WIB

Soal Impor Jagung, Mendag: Siapa Bilang Surplus, Siapa Minta Impor?

Hendra Kusuma - detikFinance
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita/Foto: Muhammad Ridho Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita/Foto: Muhammad Ridho
FOKUS BERITA Kisruh Impor Jagung
Jakarta - Rencana impor jagung 100.000 ton memicu polemik. Pasalnya, seiring kebijakan impor itu, Kementerian Pertanian mengeluarkan data produksi jagung bakal surplus 12,9 juta ton tahun ini.

Sementara di lapangan harga jagung naik dari Rp 4.000-an/kilogram (kg) menjadi Rp 5.300-Rp 5.600/kg. Lonjakan harga ini membebani peternak kecil dan menengah.


Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Rabu malam (7/11/2018), Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta diadakan rapat koordinasi (rakor) membahas impor jagung untuk mengatasi lonjakan harga tersebut. Rakor akhirnya digelar pada Jumat (2/11/2018) dan hasilnya diadakan impor jagung 100.000 ton.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita ikut buka suara menyikapi polemik impor itu.


"Nah ini... Siapa yang bilang surplus? Siapa yang minta impor?," tutur Enggartiasto usai rapat di Kantor Presiden, Komplek Istana Presiden, Kamis (8/11/2018).

Enggartiasto mengatakan ada surat permintaan impor jagung dan sudah disampaikan ke Kementerian BUMN. Sebagai informasi, dalam rakor di Kemenko Perekonomian Jumat (2/11), Perum Bulog ditugaskan mengimpor jagung.


Perum Bulog mulai membuka tender impor jagung. Direktur Pengadaan Perum Bulog Bacthiar mengatakan tender tersebut telah dibuka. Adapun pengirimannya akan dilakukan secara bertahap sebanyak 70 ribu ton dan kemudian 30 ribu ton.

"Kita sudah buka tender dan pemasukannya bertahap. 70 ribu ton kemudian 30 ribu ton selanjutnya Insya Allah," kata dia di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (8/11/2018). (hek/hns)
FOKUS BERITA Kisruh Impor Jagung
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed