Sri Mulyani Bicara Dampak Perlambatan Ekonomi China ke RI

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Selasa, 29 Jan 2019 20:42 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan perlambatan ekonomi di Negeri Tirai Bambu tak berdampak signifikan. Belakangan, ekonomi China mengalami perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Sri Mulyani pada dasarnya perlambatan ekonomi di China dikarenakan pemerintah setempat tengah melakukan penyeimbangan pertumbuhan ekonomi. Hal itu dilakukan dengan mendorong permintaan dalam negeri.


Sebab, saat ini China tengah menghadapi tekanan dari perang dagang yang digencarkan Amerika Serikat (AS).

"Melambat (pertumbuhan ekonomi China) bukan berarti bahwa domestic demand mereka turun. Justru mungkin mereka melambat karena ekspor mereka menghadapi AS dan dunia yang lebih menurun dan investasi mereka sudah turun karena banyak akses capacity," kata dia di sela Konferensi Pers KSSK, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).

Lebih lanjut, ia menjelaskan persoalan tersebut tak berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Sebab, permintaan dalam negeri China diprediksi akan tetap tumbuh dengan impor.

"Kalau RRC (China) lambat bukan berarti demand barang-barang jasa ke kita menurun. Karena mereka akan jaga domestic demand-nya," ungkap dia.


Selanjutnya, jika ada penurunan permintaan dari China, maka kinerja ekonomi dalam negeri diupayakan tetap dijaga positif.

"Kedua, kalau ada penurunan dari permintaan dalam hal ini adjustment. Kita dari Indonesia, kita harus tetap jaga kinerja pertumbuhan ekonomi kita dengan suasana eksternal yang tidak pasti itu, dengan fokus agar domestic demand kita tetap baik," tutur dia. (ara/ara)