Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 25 Jun 2019 12:04 WIB

Kopi Kenangan Diguyur Rp 288 Miliar oleh Investor India

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Dok. Kopi Kenangan Foto: Dok. Kopi Kenangan
Jakarta - Peritel kopi 'grab n go' Kopi Kenangan mendapatkan pendanaan senilai US$ 20 juta (sekitar Rp 288 milliar) dari Sequoia India. Saat ini perusahaan tengah melakukan finalisasi pendanaan tersebut.

Sequoia India sendiri merupakan perusahaan investasi yang beroperasi di Asia Tenggara dan India. Sequoia India secara aktif bermitra dengan pendiri dari berbagai perusahaan, dari berbagai macam kategori, termasuk BYJU, Carousell, GO-JEK, OYO Rooms, Tokopedia, Zomato dan banyak lagi.

"Kami terkesan dengan Kopi Kenangan yang senantiasa berfokus pada pengalaman pelanggan, yang merupakan kunci untuk membangun consumer brand yang berkelanjutan. Pemahaman mendalam tim tentang cita rasa lokal dan fokus dalam membangun pengalaman baru berbasis teknologi membuat mereka tampil beda," kata Shailendra Singh, Managing Director, Sequoia Capital dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (25/6/2019).

Kopi Kenangan adalah retail kopi non-waralaba dengan pertumbuhan paling cepat di Asia Tenggara. Sebelumnya Kopi Kenangan telah mendapat pendanaan institusional pertamanya sebesar US$ 8 juta pada Oktober 2018 dari Alpha JWC Ventures yang berbasis di Indonesia.

Kopi Kenangan kini memiliki 80 gerai di delapan kota dan melayani hampir satu juta cangkir pesanan kopi setiap bulannya. Angka ini meningkat pesat dari 16 gerai dan 175.000 cangkir per bulan pada Oktober 2018.


Dengan pendanaan baru, Kopi Kenangan berencana untuk mempercepat pertumbuhan dengan membuka 150 gerai baru sebelum akhir tahun dan menargetkan membuka hingga 1.000 gerai di seluruh Indonesia pada 2021. Perusahaan yang sudah meraih keuntungan ini juga berencana melebarkan sayap usahanya ke Asia Tenggara.

"Misi kami adalah membawa kopi berkualitas tinggi, yang dibuat dengan bahan-bahan paling segar yang tersedia secara lokal, kepada konsumen di seluruh Indonesia, dan juga seluruh Asia Tenggara." kata kata Edward Tirtanata, Co-Founder dan CEO Kopi Kenangan.

Perusahaan sekarang fokus pada personalisasi, menempatkan aplikasi barunya sebagai 'barista pribadi' yang benar-benar tahu seberapa manis atau kental kopi yang Anda inginkan.

Dengan mengoperasikan gerai kecil, Kopi Kenangan memotong biaya per cangkir sebesar 10% hingga 15%. Perusahaan berencana untuk memanfaatkan teknologi internet of things (IoT) untuk mengelola inventaris dan mengurangi pemborosan, yang akan semakin memangkas biaya.

"Sebagian besar pesanan yang kami terima adalah dalam format take-away, pesanan generasi muda yang kian menjalani kehidupan serba cepat di perkotaan," kata Co-Founder dan COO James Prananto.




Kopi Kenangan Diguyur Rp 288 Miliar oleh Investor India


(eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com