googletag.defineSlot('/4905536/detik_desktop/finance/pop_ups', [785, 440], 'div-gpt-ad-1574092191519-0').addService(googletag.pubads());
ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 02 Sep 2019 16:28 WIB

Biar Harga Nggak Anjlok, Petani Minta Bulog Beli Bawang Merah

Imam Suripto - detikFinance
Halaman 1 dari 3
Para petani di Brebes panen bawang merah Foto: Imam Suripto Para petani di Brebes panen bawang merah Foto: Imam Suripto
Brebes - Harga bawang merah di Brebes, Jawa Tengah, sejak dua pekan kemarin terjun bebas. Pemerintah diminta membeli hasil panen petani dengan harga layak. Untuk menekan angka kerugian akibat anjloknya harga, petani juga disarankan menunda penjualan hasil panen.

Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Juwari menegaskan, peran pemerintah sangat diperlukan dalam membantu petani saat harga turun. Salah satunya adalah membeli hasil panen petani dengan harga yang layak.

"Bulog saya minta melakukan penyerapan dengan harga layak. Agar petani tidak dirugikan," pintanya saat ditemui Senin (2/9/2019) siang.

Dijelaskan Juwari, untuk mencapai harga impas (balik modal) bawang minimal sebesar Rp.13.000 per kilo. Itu pun belum termasuk keuntungan buat petani.

Harga tersebut didasari perhitungan biaya tanam yang dikeluarkan. Satu hektar lahan membutuhkan biaya Rp.120 juta yang dipakai untuk pembelian bibit, pupuk, obat obatan dan tenaga pekerja. Biaya tanam tersebut bisa ditutup bila harga bawang Rp.13.000/kg.

"Saat musim kemarau, ada biaya tambahan untuk irigasi karena harus menyedot air dengan mesin pompa. Jadi kalau harga di bawah Rp.13.000 petani masih rugi," terangnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com