Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 21 Jan 2020 13:28 WIB

Importir yang Tak Tanam Bawang Putih Bakal Kena Blacklist

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Kementan/Importir yang Tak Tanam Bawang Putih Bakal Kena Blacklist
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan kebijakan wajib tanam tetap berlaku bagi importir bawang putih. Meski peraturan direvisi, namun Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menyampaikan kepada importir yang tak melaksanakan wajib tanam akan diblacklist.

"Yang jelas kalau tidak patuh dan tidak menyelesaikan kewajibannya ya kita blacklist perusahaan tersebut," tegas Prihasto kepada detikcom, Selasa (21/1/2020).

Ia juga menyoroti keluhan importir mengenai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 39 tahun 2019 tentang rekomendasi impor produk hortikultura. Menurutnya, meski wajib tanam diberlakukan usai terbitnya Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH), tak akan membuat pengusaha bisa lolos dari kewajibannya.

"Ya intinya bahwa penanaman itu jangan dimasukkan sebagai salah satu persyaratan. Karena ini kan supaya ada keadilan. Kewajiban menanam 5% itu tetap ada, tapi di belakang. Tidak dipersyaratkan di depan," imbuh Prihasto.


Prihasto menuturkan, importir punya waktu satu tahun menanam bawang putih sebanyak 5% dari izin impor yang diajukan ke Kementan. Jika tak dilakukan, maka Kementan akan memasukkan perusahaan importir tersebut ke daftar hitam. Selain itu, importir tersebut juga tak akan bisa lagi mengajukan RIPH.

"Dia kan dikasih waktu satu tahun untuk menyelesaikan kewajibannya sesuai yang diatur di Permentan nomor 46 tahun 2019. Dalam waktu satu tahun dia tidak menyelesaikan ya perusahaan itu di blacklist dan dia nggak akan dikasih kesempatan lagi untuk mengajukan RIPH," papar dia.

Ia membeberkan, pada tahun 2019 ada sekitar 34 perusahaan yang diblacklist Kementan.

"Di tahun 2019 banyak, kalau tidak salah ada 34 perusahaan yang diblacklist," ungkap Prihasto.
Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com