ADVERTISEMENT

Jangan Samakan Krisis Corona dengan 1998 dan 2008

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 22 Apr 2020 19:00 WIB
Poster
Ilustrasi/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Perekonomian Indonesia berhasil melewati krisis pada tahun 1998 dan 2008. Saat ini ekonomi Indonesia kembali dilanda krisis yang berasal dari sektor kesehatan akibat virus Corona alias COVID-19.

Pandemi COVID-19 berhasil mengganggu roda perekonomian dunia. Corona bahkan 'memangkas' proyeksi pertumbuhan ekonomi global karena gonjang-ganjing yang terjadi di pasar keuangan dan sektor riil.

Di Indonesia, krisis akibat Corona akan mengulangi kejadian yang pernah terjadi di tahun 1998 dan 2008. Namun beberapa kalangan menilai, krisis ekonomi akibat Corona berbeda dengan yang sebelumnya terjadi.

Peneliti CSIS Fajar B Hirawan mengungkapkan krisis yang terjadi pada 1998 dipicu oleh gangguan di pasar keuangan. Seperti melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi sangat cepat.

Pada krisis 1998, respons kebijakannya fokus di pasar keuangan dan ekonomi secara umum. Sedangkan krisis ekonomi akibat COVID-19 pemicu utamanya adalah penyebaran wabah dan virus yang mengganggu seluruh aspek ekonomi, khususnya perdagangan, kinerja industri manufaktur dan jasa serta pasar uang.

"Kebijakan yang ditempuh tidak hanya fokus pada masalah ekonomi atau keuangan, tetapi juga terkait masalah kesehatan dan kemanusiaan," kata Fajar saat dihubungi detikcom, Sabtu (18/4/2020).

Dia menjelaskan krisis pada 1998 juga sangat berbeda dengan saat ini. Mulai dari kesiapan otoritas moneter dan fiskal saat mengantisipasi dampak krisis.

Kemudian dari sisi fiskal, pemerintah saat ini juga lebih responsif dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi, khususnya menjaga sektor konsumsi rumah tangga, karena memang pada dasarnya sudah banyak belajar dari kasus krisis 1998 dan 2008 lalu.



Simak Video "Corona RI 13 Agustus: Tambah 5.104 Kasus, DKI Sumbang 2.287"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT