3 Fakta Orang Kaya Mulai Timbun Harta, Tahan Belanja

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 13 Agu 2020 11:48 WIB
Gelap dan Sepi, Suasana Baru Mal Jakarta di Malam Minggu
Ilustrasi Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta -

Pandemi virus corona membuat semua lapisan masyarakat waswas, tidak terkecuali kaum kaya. Orang-orang kaya dikabarkan mulai menimbun harta dan menahan belanja.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan salah satu masalah ekonomi saat ini di Indonesia adalah lemahnya permintaan di pasar. Pasalnya, kata Airlangga, banyak orang mampu dan punya banyak uang tidak mau belanja.

Berikut tiga faktanya.

1. Simpanan di bank naik

Ia memberi contoh, banyak masyarakat yang punya simpanan berbentuk deposito hingga Rp 200 juta justru meningkatkan tabungannya di tengah pandemi. Menurutnya, mereka enggan membelanjakannya untuk mendorong konsumsi.

"Dari data yang ada, masalah adalah segi demand side. Mereka yang punya deposito Rp 200 juta, justru sebagian meningkatkannya, tapi tidak membelanjakannya," kata Airlangga dalam Rakernas Virtual Apindo, Rabu (12/8/2020) kemarin.

2. Daya beli lemah

Dia mengatakan pemerintah saat ini sedang mendorong stimulan agar masyarakat mau membelanjakan uangnya. Sebab, jika hal itu tidak dilakukan makan daya beli akan terus-terusan lemah.

"Kami sedang mendorong berikan stimulan agar masyarakat belanjakan uangnya," ujarnya.

Konsumsi rumah tangga di masyarakat pertumbuhannya memang melambat, dalam paparan Airlangga, konsumsi rumah tangga turun di kuartal II menjadi minus 5,51%. Padahal di kuartal I tumbuh 2,84%.

3. Usaha kecil butuh bantuan

Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin juga mengajak masyarakat yang memiliki uang lebih untuk membelanjakan uangnya.

Khususnya belanja produk UMKM lokal. Menurutnya, sebanyak apapun bantuan digelontorkan pemerintah, UMKM tetap butuh pembeli untuk bisa tumbuh.

"Sekali lagi saya sampaikan UMKM nggak akan hidup kalau kita nggak belanja. Demand-nya tidak ada. Apapun kita bantu, tapi kalau tidak ada yang pernah keluar spent kartu kreditnya misalnya, UMKM nggak akan tumbuh sustainable," kata Budi dalam sebuah webinar, Selasa (11/8/2020).



Simak Video "2020 RI Deflasi 3 Bulan Beruntun, Akan Sama Seperti Tahun 1999?"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)