Belanja Pegawai Turun, Gara-gara Pejabat Nggak Dapat THR

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 25 Agu 2020 11:23 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat belanja pegawai hingga Juli 2020 turun 10,5%. Penurunan ini dipengaruhi kebijakan THR dan gaji ke-13.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi belanja pegawai hingga Juli 2020 mencapai Rp 134,4 triliun, turun 10,5% dari periode yang sama tahun lalu. Ia menjelaskan, penurunan ini akibat sejumlah kebijakan dari pemberian THR dan gaji ke-13 untuk PNS tahun ini.

"Untuk belanja pegawai yang turun 10,5% akibat THR, gaji 13 yang tidak memasukkan tukin (tunjangan kinerja) dan hanya kepada pejabat di bawah eselon 2," kata Sri Mulyani dalam konferensi APBN KiTa, Jakarta, Selasa (25/8/2020).

"Untuk gaji 13 sudah membayarkan kepada eselon tapi tidak memasukkan unsur tukinnya," sambung Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Belanja pegawai sendiri terdiri dari kelompok komponen gaji dan tunjangan, serta tunjangan, honorarium dan vakasi. Kedua komponen itu turun.

"Penyerapan pada K/L dengan pagu terbesar juga mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan tahun 2019, akibat perubahan kebijakan pemberian THR dan gaji ke-13," jelas Sri Mulyani.



Simak Video "Menaker Ingatkan Perusahaan Bayar THR Karyawan"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)