Bagaimana Pemerintah Jaga Industri Tetap Produksi saat Pandemi?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 14 Sep 2020 17:04 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Sektor industri manufaktur di tanah air menunjukkan geliat yang agresif di tengah tekanan dampak pandemi COVID-19. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan Agustus yang berada di level 50,8 atau menandakan sedang ekspansif karena melampaui ambang netral (50,0).

Hal ini tentunya tak lepas dari upaya Kemenperin yang terus menjaga kinerja industri manufaktur yang mulai bangkit di tengah dampak pandemi COVID-19. Langkah ini sendiri dilakukan guna mendorong pemulihan ekonomi nasional yang berujung pada kesejahteraan masyarakat.

Salah satu upaya yang telah dilakukan Kemenperin agar aktivitas industri bisa berjalan baik adalah dengan pemberian Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI). IOMKI inilah yang memungkinkan industri tetap produktif di tengah tekanan dampak pandemi COVID-19.

Pun demikian, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Dirjen ILMATE) Kemenperin, Taufik Bawazier tak menampik, pencapaian itu semua tidak akan berarti juga jika tidak ada kerjasama dari banyak pihak.

"Jadi semua stakeholder memberikan ruang agar semua industri tetap berjalan beriringan dengan protocol kesehatan. Itu adalah upaya produktivitas kita. Dan ini juga ditunjukkan dengan aktivitas industri yang meningkatkan utilitasnya. Salah satunya adalah industri di PT Tata Metal Lestari. Tata Metal grup, yang menunjukkan kemampuannya baik domestik maupun ekspor. Dan ini, hari ini, kesekian kalinya (Tata Metal Lestari) untuk ekspor keluar negeri yaitu ke Pakistan dan Thailand," terang Taufik ketika meninjau kesiapan industri guna memastikan suplai bahan baku baja dalam negeri di pabrik baja ringan PT Tata Metal Lestari di kawasan Industri Delta Silicon, Cikarang, Bekasi, Senin (14/9/2020).

Ia mengungkapkan, upaya merambah pasar ekspor di tengah pandemi yang terjadi saat ini merupakan sebuah prestasi bagi sektor manufaktur Indonesia. Upaya ini juga menunjukkan satu model bisnis baru bahwa industri tetap bekerja walaupun dalam tekanan COVID-19.

"Jadi model lecture yang bisa dipelajari oleh semua industri bahwa industri tetap beroperasi dan tetap mengacu pada protokol kesehatan dan utilitasnya meningkat. Itupun bisa mengisi pasar dalam negeri dan ekspor. Itu perlu dicatat bahwa ini adalah upaya keberhasilan bersama. Semua. Asosiasi, Gapensi, Kadin, TNI, Polri, Kesehatan hingga media yang terus meberikan tone positif. Jadi semuanya bekerja untuk melaksanakan, meningkatkan utilitas," terangnya lagi.

Ia menjelaskan, sector industri berkontribusi 20 persen terhadap perekonomian nasional. Belum lagi ditambah turunan jasa-jasa industry. Ia menyebut, jumlahnya bahkan bisa mencapai 30 persen.

"Kita lihat tadi aplikator-aplikator dari Tata Metal juga bekerja. Apalagi di dalam aplikasi protokol kesehatan di indutri Tata Metal ini zero yang terkena COVID. Artinya contoh yang bisa dilakukan oleh semua sektor industri, sehingga kita mampu bekerja walaupun dalam tekanan COVID. Kita berharap COVID bisa cepat selesai, paling tidak di sektor industri tetap semangat untuk bisa menumbuhkan utilitas dan tetap memenuhi kebutuhan-kebutuhan produk-produk baja sektor hilir," ujarnya lagi.

Buka halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Mengenal 'Sustainable Fashion', Konsep Busana Ramah Lingkungan"
[Gambas:Video 20detik]