Mau UMKM Naik Kelas, Teten: Biar Produknya Nggak Cuma Keripik dan Akik

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 16 Sep 2020 17:35 WIB
Teten Masduki
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki/Foto: Kemenkop UKM
Jakarta -

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki sedang mengupayakan para pelaku UMKM untuk bertransformasi dalam menjalankan usahanya. Caranya ialah melakukan riset, dan memanfaatkan teknologi agar produknya bisa beragam, tak cuma keripik, batu akik, atau pun batik.

"Jadi pemanfaatan hasil riset, SDM unggul untuk develop produk perlu dilakukan, sehingga produknya enggak cuma keripik, akik, dan batik, tapi ke produk dengan nilai ekonomi yang besar. Itu bisa dicapai dengan transformasi," kata Teten dalam launching virtual Bangga Buatan Indonesia Pernak-Pernik Unik Kemendag, Rabu (16/9/2020).

Meski begitu, ia tetap menilai sektor produk ekonomi kreatif ini merupakan andalan UMKM. Hanya saja, baik dari sisi kualitas dan juga promosinya melalui digital harus terus ditingkatkan.

"Gerakan Bangga Buatan Indonesia ini penting, terutama untuk mendorong penyerapan produk pernak-pernik, home decor, kita punya keunggulan domestik dari bahan baku, bahan tambang dan kita juga kaya akan budaya, seni. Kekuatan UMKM di culture, bukan mass production. Ini penting diperkuat," tegas Teten.

Selain meningkatkan nilai produk UMKM, pemerintah juga berupaya memperpanjang 'napas' para UMKM yang saat ini sangat terpuruk akibat pandemi virus Corona (COVID-19). Salah satunya dengan memberikan bantuan sosial (Bansos), jaminan sosial, bantuan langsung tunai (BLT), dan lain-lain.

"Kita sudah lihat mana yang bertahan dan mati, yang tidak bisa bertahan kita urus dengan jaminan sosial dan Bansos. Yang bisa bertahan perlu terus dibina dan didorong ke transformasi ," ungkapnya.

Lalu, bagi UMKM yang kesulitan membayar cicilan kredit di perbankan juga diberikan stimulus. Harapannya, para UMKM ini bisa tetap bertahan, dan pemerintah berupaya juga meningkatkan permintaan masyarakat agar kembali berbelanja produk UMKM

"Pemerintah dari dua sisi sudah membantu, pembiayaan maupun meningkatkan demand. Kami akui terjadi penurunan penjualan yang mengakibatkan penurunan pendapatan. Mereka nggak bisa bayar kredit. Kami sudah data.

"Yang terpenting adalah meningkatkan demand produk UMKM," pungkasnya.

(ara/ara)