Termasuk Selandia, Ini 30 Negara yang Masuk Jurang Resesi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 17 Sep 2020 17:05 WIB
Australia Mengalami Resesi: Apa Pengaruhnya Bagi yang Tinggal di Australia?
Ilustrasi/Foto: ABC Australia

21. Belgia

Belgia mengalami kontraksi pada pertumbuhan ekonominya yang cukup dalam sejak kuartal I-2020 akibat pandemi Corona. Dilansir Ink, ekonomi Belgia mengalami kontraksi 3,5% pada kuartal I-2020, dan 14,5% pada kuartal II-2020 yoy.

22. Finlandia

Finlandia resmi terjun ke jurang resesi setelah mengalami kontraksi pada PDB selama 2 kuartal berturut-turut. Dilansir Reuters, PDB kuartal I-2020 mengalami kontraksi 1,1% yoy. Sementara, PDB kuartal II-2020 -6,4%.

23. Lithuania

Dilansir Budapest Business Journal, PDB Lithuania mengalami kontraksi 0,2% pada kuartal I-2020 akibat pandemi Corona. Lalu, berdasarkan data Bank of Lithuania, PDB negara tersebut -4,2%.

24. Makau

Makau negara yang mengalami kontraksi pada PDB-nya yang sangat dalam akibat pandemi Corona. Dilansir Dimsum Daily, PDB kuartal I-2020 -67,8%, dan di kuartal II-2020 -48,7% yoy.

25. Meksiko

PDB Meksiko sudah mengalami tekanan sejak awal 2020. Dilansir S&P Global, Badan Statistik INEGI mencatat PDB kuartal I-2020 -2,4%. Lalu, dilansir Reuters, PDB Meksiko kuartal II-2020 mengalami kontraksi hingga 18,9% yoy.

26. Peru

Peru, negara yang merupakan produsen logam merah terbesar kedua di dunia tengah berjuang memerangi Corona. Pandemi itu telah menyeret Peru ke jurang resesi, dengan kontraksi pada PDB selama 2 kuartal berturut-turut.

Dilansir Reuters, PDB kuartal I mengalami kontraksi 3,5%, dan di kuartal II-2020 mengalami kontraksi 30,2% yoy.

27. Portugal

Pandemi Corona turut menjatuhkan Portugal hingga ke jurang resesi. Dilansir Jornal Economico, pertumbuhan ekonomi Portugal di kuartal I-2020 mengalami kontraksi 2,4% yoy. Lalu, dilansir Reuters, PDB Portugal mengalami kontraksi hingga 14,1% yoy.

28. Republik Ceska

Dilansir Ing, ekonomi Republik Ceska minus 2,2% pada kuartal I-2020, dan minus 10,7% pada kuartal II-2020 jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019. Kontraksi ekonomi ini disebabkan oleh penurunan investasi yang cukup dalam, juga penurunan konsumsi dan ekspor. Sementara, konsumsi pemerintah merupakan indikator pertumbuhan ekonomi yang cukup besar.

29. Slovakia

Pandemi virus Corona menyebabkan perekonomian negara tersebut juga tertekan sangat dalam. Dilansir Business Insider, PDB Slovakia -3,8% pada kuartal I-2020, dan -12,1% pada kuartal II-2020 jika dibandingkan dengan tahun 2019.

30. Selandia Baru

PDB Selandia Baru terkontraksi 12,4% secara year-on-year (yoy). Sementara secara kuartalan terkontraksi 12,2%. The Reserve Bank of New Zealand memperkirakan penurunan ekonomi secara kuartalan dan tahunan sebesar 14%.

Rendahnya pertumbuhan ekonomi Selandia Baru disebabkan keputusan lockdown yang ketat pada April dan Mei. Keputusan itu membuat semua orang tinggal di rumah dan kegiatan bisnis banyak yang tutup.

Mengutip Reuters, Kamis (17/9/2020) data pertumbuhan ekonomi Selandia Baru resmi resesi karena sudah dua kuartal berturut-turut terkontraksi atau tumbuh negatif. Pasalnya pertumbuhan ekonomi di Maret terkontraksi 1,6%.

Halaman

(ara/ara)