Arti Resesi dan Dampaknya Bagi Ekonomi RI

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2020 08:51 WIB
Pandemi virus Corona membuat dunia usaha babak belur.  COVID-19 juga diproyeksi mendatangkan malapetaka pada ekonomi Indonesia, bahkan dunia.
Ilustrasi/Foto: Antara Foto
Jakarta -

Ancaman resesi semakin nyata bagi ekonomi Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah memberikan sinyal pasti RI bakal resesi bulan ini.

Pada kuartal II-2020 ekonomi Indonesia sudah -5,32%. Sementara di kuartal III-2020 yang berakhir di bulan ini, ekonomi juga diperkirakan minus.

Kata resesi ekonomi sering menjadi momok yang menakutkan. Tapi apa si sebenarnya resesi itu?

Resesi bisa diartikan bahwa roda ekonomi sedang istirahat. Sama istilahnya dengan reses, yakni masa periode persidangan diistirahatkan. Ketika ekonomi sedang istirahat maka perputaran roda ekonomi akan melambat atau bahkan berhenti.

The National Bureau of Economic Research (NBER) mendefinisikan resesi sebagai penurunan yang signifikan dari kegiatan ekonomi secara merata. Kondisi itu berlangsung lebih dari beberapa bulan yang biasanya tercermin dalam produk domestik bruto (PDB), indikator pendapatan riil, lapangan kerja, tingkat produksi industri hingga penjualan di tingkat eceran atau konsumsi masyarakat.

Dengan penjelasan itu NBER juga mengartikan resesi ekonomi terjadi ketika dunia usaha berhenti berkembang, pertumbuhan ekonomi 0% atau bahkan minus selama dua kuartal berturut-turut, pengangguran naik hingga harga properti yang turun akibat tidak adanya daya beli.

Direktur Eksekutif Institute Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad juga menjelaskan hal yang sama. Indikatornya juga bisa dilihat dari produksi industri turun, pengangguran meningkat, hingga perdagangan ritel yang turun selama dua kuartal berturut-turut.

"Ya seperti sedang istirahat, teorinya kan business cycle ada puncak ada penurunan. Nah penurunannya apakah sudah di titik terbawah dan balik lagi, atau turunnya masih berlanjut selama dua kuartal sehingga kita masuk masa resesi," terangnya kepada detikcom.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah menjelaskan, sejatinya resesi adalah siklus bisnis yang biasa. Dalam kondisi normal resesi adalah kondisi pemburukan ekonomi yang perlu dihindari.

"Tapi di tengah wabah pandemi COVID-19 saat ini resesi adalah suatu kewajaran. Hampir semua negara mengalami resesi. Resesi yang terjadi bukan cerminan kebijakan yang salah tetapi Lebih dikarenakan wabah. Oleh Karena itu resesi bukan sebuah isu besar," tuturnya.

Jika diartikan sedang istirahat, memang terdengar tidak menakutkan. Tapi yang menimbulkan kekhawatiran adalah apa yang membuat ekonomi beristirahat? Apa karena kelelahan atau karena sakit? Jika penyebabnya yang kedua maka kekhawatiran menjadi lebih besar.

Lalu seperti apa dampak resesi ekonomi Indonesia? Baca di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2